Tugas Kesehatan Mental (3)

Nama Kelompok:

  1. Afina Triadhani (10514401)
  2. Atikah Dwi Fauziah (11514790)
  3. Elita Chika Larasati (13514505)
  4. Fitriasari (14514350)
  5. Meisha Jihad Yudhiana (16514556)
  6. Nia Kezia Naftalin (17514912)
  7. Raniyah Melati (18514925)
  8. Riany Trihatmanti M (19514236)
  9. Sheila Henggriani (1A514207)
  10. Siti Nurhikmah F. (1C514956)

Kelas: 2PA14

 

HUBUNGAN INTERPERSONAL

Hubungan interpersonal adalah suatu aktivitas komunikasi dimana kita bukan hanya sekedar menyampaikan pesan. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan isi dari pesan tersebut, tetapi kita juga memperhatikan hubungan yang sedang terjalin.

  1. Model-model Hubungan Interpersonal

Ada 4 macam hubungan interpersonal, berikut penjelasannya:

  1. Model Pertukaran Sosial (Social Exchange Model)

Hubungan interpersonal diidentikan dengan suatu transaksi dagang. Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Artinya dalam hubungan tersebut akan menghasilkan ganjaran (akibat positif) atau biaya (akibat negatif) serta hasil / laba (ganjaran dikurangi biaya).

  1. Model Peranan (Role Model)

Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara. Di sini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki keterampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu.

  1. Model Permainan (Games People Play Model)

Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu:

  1. Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
  2. Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi secara rasional).
  3. Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan). Pada interaksi individu menggunakan salah satu kepribadian tersebut sedang yang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu dari kepribadian tersebut. Sebagai contoh seorang suami yang sakit dan ingin minta perhatian pada istri (kepribadian anak), kemudian istri menyadari rasa sakit suami dan merawatnya (kepribadian orang tua).
  4. Model Interaksional (Interactsional Model)

Model ini memandang hubungann interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif dan medan. Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan.

 

  1. Memulai Hubungan

Tahap-tahap dalam hubungan interpersonal, berikut penjelasannya.

  1. Pembentukan

Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. Bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data demografis, usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.

  1. Peneguhan Hubungan

Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal, diperlukan tindakan-tindakan tertentu untuk mengembalikan keseimbangan. Ada empat faktor penting dalam memelihara keseimbangan ini, yaitu:

–  Keakraban (pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang antara komunikan dan komunikator).

–  Kontrol (kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan komunikasi dan menentukan siapakah yang lebih dominan didalam komunikasi tersebut).

–  Respon yang tepat (feedback atau umpan balik yang akan terima jangan sampai komunikator salah memberikan informasi sehingga komunikan tidak mampu memberikan feedback yang tepat).

–  Nada emosional yang tepat (keserasian suasana emosi saat komunikasi sedang berlangsung).

  1. Hubungan Peran

Dalam suatu hubungan juga perlu adanya companionate love, passionate love dan intimacy love. Karena apabila kurang salah satu saja di dalam suatu hubungan atau mungkin hanya salah satu di antara ketiganya itu di dalam suatu hubungan maka yang akan terjadi adalah hubungan tersebut tidak akan berjalan dengan langgeng atau awet, justru sebaliknya setiap pasangan tidak merasakan kenyamanan dari pasangannya tersebut sehingga yang terjadi adalah hubungan tersebut bubar dan tidak akan ada lagi harapan untuk membangun hubungan yang harmonis dan langgeng.

  1. Intimasi dan Hubungan

Sebagai konsekuensi adanya daya tarik menyebabkan interaksi sosial antar individu menjadi spesifik atau terjalin hubungan intim. Orang-orang tertentu menjadi istimewa buat kita, sedangkan orang lain tidak. Orang-orang tertentu menjadi sangat dekat dengan kita, dibandingkan orang lain. Adapun bentik intim terdiri dari persaudaraan, persahabatan, dan percintaan. LebIh jauh mengenai bentuk-bentuk hubungan intim tersebut daoat dijelaskan pada bagian berikut :
1. Persaudaraan
Hubungan intik ini didasarkan pada hubungan darah. Hunungan intim interpersonal dalam persaudaraan terdapat hubungan inti ssperti dalam keluarga kecil. Pada persaudaraan itu didlamnya terkandung proximitas dan keakraban.
2. Persahabatan
Persahabatan biasanya terjadi pada dua individu yang didasarkan pada banyak persamaan. Utamanya persamaan usia. Hubungan dalam persahabatan tidak hanya sekedar teman, lebih dari itu diantara mereka terjalin interaksi yang sangat tinggi sehingga mempunyai kedekatan psikologis. Indikasi atau tanda-tanda bila dalam hubungan interpersonal terjadi persahabatan yaitu : sering bertemu, merasa bebas membuka diri, bebasmenyatakan emosi, dan saling tergantung diantara mereka.
3. Percintaan
Persabatan antar pria dan wanita bisa berubah mejadi cinta, jika dua individu itu merasa sebagai pasangan yang potensial seksual. Dalam suatu persahabatan, dapat melahirkan satu proses yang namanya jatuh cinta. Hal ini terjadi karena ada dua perbedaan mendasar antara persahabatan dan cinta.

  1.  Intimasi dan Pertumbuhan

Apapun alasan untuk berpacaran, untuk bertumbuh dalam keintiman, yang terutama adalah cinta. Keintiman tidak akan bertumbuh jika tidak ada cinta . Keintiman berarti proses menyatakan siapa kita sesungguhnya kepada orang lain. Keintiman adalah kebebasan menjadi diri sendiri. Keintiman berarti proses membuka topeng kita kepada pasangan kita. Bagaikan menguliti lapisan demi lapisan bawang, kita pun menunjukkan lapisan demi lapisan kehidupan kita secara utuh kepada pasangan kita.
Keinginan setiap pasangan adalah menjadi intim. Kita ingin diterima, dihargai, dihormati, dianggap berharga oleh pasangan kita. Kita menginginkan hubungan kita menjadi tempat ternyaman bagi kita ketika kita berbeban. Tempat dimana belas kasihan dan dukungan ada didalamnya. Namun, respon alami kita adalah penolakan untuk bisa terbuka terhadap pasangan kita.

Hal ini dapat disebabkan karena :
1)    kita tidak mengenal dan tidak menerima siapa diri kita secara utuh.
2)    kita tidak menyadari bahwa hubungan pacaran adalah persiapan memasuki pernikahan.
3)    kita tidak percaya pasangan kita sebagai orang yang dapat dipercaya untuk memegang rahasia.
4)    kita dibentuk menjadi orang yang berkepribadian tertutup.
5)    kita memulai pacaran bukan dengan cinta yang tulus .

CINTA DAN PERKAWINAN

  1. Memilih Pasangan

Banyak orang yang pikirannya terlalu pendek dalam hal memilih pasangan sehingga gagal dalam pernikahannya. Prinsipnya adalah jika hanya berpedoman pada hal-hal yang sifatnya duniawi (kecantikan atau ketampanan dan kekayaan) maka akan sangat sulit dalam menjalani hari-hari berumah tangga nantinya. Karena semua itu hanya bersifat sementara dan sangat mudah berubah. Jika jatuh cinta hanya karena melihat dari segi kecantikan atau ketampanan dan kekayaan, maka cinta tersebut akan sangat mudah berkurang bahkan hilang. Jika memang cinta pada seseorang maka lahirlah ketampanan atau kecantikan, bukan sebaliknya. Masalah fisik, banyak yang berkata bahwa wanita cantik hanya pantas untuk laki-laki tampan, begitu pula sebaliknya. Dan apa yang terjadi ketika teman kita yang mungkin tak begitu cantik mendapatkan suami yang tampan dan juga kaya, maka kita biasanya akan protes. Kita merasa bahwa dirinya tak pantas dan kitalah yang lebih pantas. Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya. Maka dari itu harus benar-benar diperhitungkan ketika memilih pasangan yang baik.

  1. Hubungan dalam Perkawinan
  2. Romantic Love

Saat ini adalah saat Anda dan pasangan merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu. Ini terjadi di saat bulan madu pernikahan. Anda dan pasangan pada tahap ini selalu melakukan kegiatan bersama-sama dalam situasi romantis dan penuh cinta.

  1. Dissapointment or Distress

Di tahap ini pasangan suami istri kerap saling menyalahkan, memiliki rasa marah dan kecewa pada pasangan, berusaha menang atau lebih benar dari pasangannya. Terkadang salah satu dari pasangan yang mengalami hal ini berusaha untuk mengalihkan perasaan stres yang memuncak dengan menjalin hubungan dengan orang lain, mencurahkan perhatian ke pekerjaan, anak atau hal lain sepanjang sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Menurut Dawn tahapan ini bisa membawa pasangan suami-istri ke situasi yang tak tertahankan lagi terhadap hubungan dengan pasangannya. Banyak pasangan di tahap ini memilih berpisah dengan pasangannya.

  1. Knowledge and Awareness

Pasangan suami istri yang sampai pada tahap ini akan lebih memahami bagaimana posisi dan diri pasangannya. Pasangan ini juga sibuk menggali informasi tentang bagaimana kebahagiaan pernikahan itu terjadi. Pasangan yang sampai di tahap ini biasanya senang untuk meminta kiat-kiat kebahagiaan rumah tangga kepada pasangan lain yang lebih tua atau mengikuti seminar-seminar dan konsultasi perkawinan.

  1. Transformation

Suami istri di tahap ini akan mencoba tingkah laku yang berkenan di hati pasangannya. Anda akan membuktikan untuk menjadi pasangan yang tepat bagi pasangan Anda. Dalam tahap ini sudah berkembang sebuah pemahaman yang menyeluruh antara Anda dan pasangan dalam mensikapi perbedaan yang terjadi. Saat itu, Anda dan pasangan akan saling menunjukkan penghargaan, empati dan ketulusan untuk mengembangkan kehidupan perkawinan yang nyaman dan tentram.

  1. Real Love

“Anda berdua akan kembali dipenuhi dengan keceriaan, kemesraan, keintiman, kebahagiaan, dan kebersamaan dengan pasangan,” ujar Dawn. Psikoterapis ini menjelaskan pula bahwa waktu yang dimiliki oleh pasangan suami istri seolah digunakan untuk saling memberikan perhatian satu sama lain. Suami dan istri semakin menghayati cinta kasih pasangannya sebagai realitas yang menetap. “Real love sangatlah mungkin untuk Anda dan pasangan jika Anda berdua memiliki keinginan untuk mewujudkannya. Real love tidak bisa terjadi dengan sendirinya tanpa adanya usaha Anda berdua,” ingat Dawn.

  1. Penyesuaian dan Pertumbuhan dalam Perkawinan

Perkawinan tidak berarti mengikat pasangan sepenuhnya. Dua individu ini harus dapat mengembangkan diri untuk kemajuan bersama. Keberhasilan dalam perkawinan tidak diukur dari ketergantungan pasangan. Perkawinan merupakan salah satu tahapan dalam hidup yang pasti diwarnai oleh perubahan. Dan perubahan yang terjadi dalam sebuah perkawinan, sering tak sederhana. Perubahan yang terjadi dalam perkawinan banyak terkait dengan terbentuknya relasi baru sebagai satu kesatuan serta terbentuknya hubungan antarkeluarga kedua pihak. Relasi yang diharapkan dalam sebuah perkawinan tentu saja relasi yang erat dan hangat. Tapi karena adanya perbedaan kebiasaan atau persepsi antara suami-istri, selalu ada hal-hal yang dapat menimbulkan konflik. Dalam kondisi perkawinan seperti ini, tentu sulit mendapatkan sebuah keluarga yang harmonis.

  1. Perceraian dan Pernikahan Kembali

Pernikahan bukanlah akhir kisah indah bak dongeng cinderella, namun dalam perjalanannya, pernikahan justru banyak menemui masalah. Menikah Kembali setelah perceraian mungkin menjadi keputusan yang membingungkan untuk diambil. Karena orang akan mencoba untuk menghindari semua kesalahan yang terjadi dalam perkawinan sebelumnya dan mereka tidak yakin mereka bisa memperbaiki masalah yang dialami. Mereka biasanya kurang percaya dalam diri mereka untuk memimpin pernikahan yang berhasil karena kegagalan lama menghantui mereka dan membuat mereka ragu-ragu untuk mengambil keputusan. Sebagai manusia, kita memang mempunyai daya tarik atau daya ketertarikan yang tinggi terhadap hal-hal yang baru. Jadi, semua hal yang telah kita miliki dan nikmati untuk suatu periode tertentu akan kehilangan daya tariknya. Misalnya, Anda mencintai pria yang sekarang menjadi pasangan karena kegantengan, kelembutan dan tanggung jawabnya. Lama-kelamaan, semua itu berubah menjadi sesuatu yang biasa. Itu adalah kodrat manusia. Sesuatu yang baru cenderung mempunyai daya tarik yang lebih kuat dan kalau sudah terbiasa daya tarik itu akan mulai menghilang pula. Esensi dalam pernikahan adalah menyatukan dua manusia yang berbeda latar belakang. Untuk itu kesamaan pandangan dalam kehidupan lebih penting untuk diusahakan bersama. Jika ingin sukses dalam pernikahan baru, perlu menyadari tentang beberapa hal tertentu, jangan biarkan kegagalan masa lalu mengecilkan hati, menikah Kembali setelah perceraian bisa menjadi kan pengalaman, tinggalkan masa lalu dan berharap untuk masa depan yang lebih baik lagi dari pernikahan sebelumnya.

  1. Alternatif selain Pernikahan

Hidup di dalam kesendirian memang tidak mudah untuk dijalani. Namun ini adalah suatu pilihan yang diambil di kala orang sudah putus asa untuk membina suatu hubungan perkawinan. Misalnya seorang wanita yang sudah lebih dari satu kali menikah dan gagal. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak bersuami dan mengurus anak – anaknya sendiri. Ia merasa mampu karena ia pun seorang wanita karir yang memiliki penghasilan yang cukup. Namun meskipun demikian, seseorang yang menjalani single life pasti mengalami loneliness atau rasa kesepian. Terlebih ketika ia sudah lanjut usia dan anak – anaknya sudah berkeluarga.

Referensi:

http://www.psychologymania.com/2013/04/teori-hubungan-interpersonal.html

http://pemulihanjiwa.com/teori-teori-hubungan-interpersonal-2.html

https://winaudina.wordpress.com/2014/06/19/tugas-ke-3-kesehatan-mental-hubungan-interpersonal-cinta-dan-pernikahan/

http://www.dudung.net/artikel-bebas/cinta-dan-perkawinan-menurut-plato.html‎

https://putisalla.wordpress.com/2015/06/12/tugas-ke-3-softskill-kesehatan-mental-hubungan-interpersonal-cinta-dan-perkawinan/

Tugas Kesehatan Mental (2)

Nama Kelompok:

  1. Afina Triadhani (10514401)
  2. Atikah Dwi Fauziah (11514790)
  3. Elita Chika Larasati (13514505)
  4. Fitriasari (14514350)
  5. Meisha Jihad Yudhiana (16514556)
  6. Nia Kezia Naftalin (17514912)
  7. Raniyah Melati (18514925)
  8. Riany Trihatmanti M (19514236)
  9. Sheila Henggriani (1A514207)
  10. Siti Nurhikmah F. (1C514956)

Kelas: 2PA14

 

  1. PENYESUAIAN DIRI DAN PERTUMBUHAN
  2.   Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri merupakan suatu istilah yang sangat sulit didefinisikan, karena memiliki banyak arti dan tidak memiliki patokan jelas untuk menilai nya. Menurut Kartono, penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis. Hariyadi, dkk (2003) menyatakan penyesuaian diri adalah kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan atau dapat pula mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri sendiri.

Penyesuaian diri tidak bisa disebut baik atau buruk, maka dapat didefinisikan dengan sangat sederhana, yaitu suatu proses yang melibatkan respon-respon mental dan tingkah laku yang menyebabkan individu berusaha menanggulangi kebutuhan-kebutuhan, tegangan-tegangan, frustasi-frustasi, dan konflik batin serta menyelaraskan tuntutan batin dengan tuntutan dunia.

Hal penting dalam memelajari konsep penyesuaian diri bukan dari macamnya tingkah laku yang menentukan apakah orang dapat menangani proses penyesuaian diri, tetapi cara bagaimana tingkah laku itu digunakan. Konsep penyesuaian diri dapat digunakan sejauh respon-respon terhadap stress berfungsi untuk meringankan tuntutan-tuntutan yang ada pada individu. Apabila respon-respon tersebut tidak efisien, merugikan kesejahteraan pribadi, atau patologik, maka respon itu disebut sebagai respon yang tidak mampu menyesuaikan diri.

Manusia merupakan mahluk inMenurut Schneiders (1964), pengertian penyesuaian diri dapat ditiinjau dari tiga sudut pandang, yaitu:

  1. Penyesuaian sebagai adaptasi : Menurut pandangan ini, penyesuaian diri cenderung diartikan sebagai usaha mempertahankan diri secara fisik, bukan penyesuaian dalam arti psikologis, sehingga ada kompleksitas kepribadian individu dengan lingkungan yang terabaikan.
  2. Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas : Penyesuaian diri diartikan sama dengan penyesuaian yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pengertian ini menyiratkan bahwa individu seakan-akan mendapat tekanan kuat untuk harus selalu mampu menghindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, sosial maupun emosional. Menurut sudut pandang ini, individu selalu diarahkan kepada tuntutan konformitas dan diri individu akan terancam tertolak jika perilaku individu tidak sesuai dengan norma yang berlaku.
  3. Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan : Penyesuaian diri dipandang sebagai kemampuan untuk merencanakan dan mengorganisasikan respons dalam cara-cara tertentu sehingga konflik-konflik, kesulitan dan frustasi tidak terjadi, dengan kata lain penyesuaian diri diartikan sebagai kemampuan penguasaan dalam mengembangkan diri sehingga dorongan emosi dan kebiasaan menjadi terkendali dan terarah.

Berdasarkan tiga sudut pandang tentang penyesuaian diri yang disebut diatas, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri dapat diartikan sebagai suatu proses yang mencakup suatu respon-respon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dari dunia luar atau lingkungan tempat individu berada (Ali & Asrori, 2004).

  1. Pertumbuhan Personal

Manusia merupakan makhluk individu. manusia disebut sebagai individu apabila tingkah lakunya spesifik atau menggambarkan dirinya sendiri dan bukan bertingkah laku secara umum atau seperti orang lain. Jadi individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas dalam lingkup sosial tetapi mempunyai ke khasan tersendiri yang spesifik terhadap dirinya dalam lingkup sosial tersebut. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.

-Penekanan Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.

Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan dimana diferensiasi, artikulasi dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.

-Variasi Dalam Pertumbuhan

Tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena kadang-kadang ada rintangan tertentu yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya atau mungkin diluar dirinya.

-Kondisi-Kondisi Untuk bertumbuh

Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan struktur atau konstitusi fisik dan tempramen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembangannya secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh. Shekdon mengemukakan bahwa terdapat korelasi ang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe tempramen (Surya, 1977). Misalnya orang yang tergolong ekstromorf yaitu yang ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan sifat-sifat menahan diri, segan dalam aktivitas sosial, dan pemilu. Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan sistem syaraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri.

Beberapa penelitian menunjukan bahwa gangguan dalam sistem syaraf, kelenjar dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku dan kepribadian. Dengan demikian, kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syaraf bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik. Disamping itu, kesehatan dan penyakit jasmaniah juga berhubungan dengan penyesuaian diri, kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. Ini berarti bahwa gangguan penyakit jasmaniah yang diderita oleh seseorang akan mengganggu proses penyesuaian dirinya.

-Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan diri yaitu:

1) Faktor Biologis

Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang baik seperti tangan, kaki, kepala, dan lain lain. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa kesamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada juga warisan biologis yang bersifat khusus yang dilihat dari masa konsepsi, bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupannya, menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, ras, warna rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti tempramen, potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.

2) Faktor Geografis

Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.

3) Faktor Kebudayaan

Khusus perbedaan kebudayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

Dari semua faktor-faktor di atas pengaruh dari lingkungan seperti keluarga, maupun

masyarakat akan memberikan dampak pertumbuhan bagi individu. Seiring berjlanannya waktu maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

-Fenomenologi Pertumbuhan

Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan“ yang di persepsikan dan diinterpretasi secara subyektf. Setiap, orang mengalami dunia dengan caranya sendiri. “alam” pengalaman setia yang berbeda dari alam pengalam orang lain (Brower. 1983 : 14). Fenomenologi banyak mempengaruhi tulisan – tulisan Carl Rogers, yng boleh disebut sebagai bapak psikologi Humanistik. Carl Rogers menggaris besarkan pandangan humanistik sebagai berikut (kita pinjam dengan sedikit perubahan dari Coleman dan Hammen. 1974 :33).

 

  1. STRESS
  2. Arti pening stress

Pendapat Selye tersebut merangkum pendapat lain yang mengatakan bahwa stress pada hakekatnya merupakan stimulus dimana setiap peristiwa atau kejadian dalam kehidupan menimbulkan respon yang lebih berpotensi menekan emosional yang berujung pada menurunnya kesehatan tubuh.

  1. Tipe-tipe stress psikologis (dirangkum dari folkman, 1984; Coleman,dkk,1984 serta Rice, 1992) yaitu:
  2. Tekanan (pressures)

Tekanan terjadi karena adanya suatu tuntutan untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu maupun tuntutan tingkah laku tertentuSecara umum tekanan mendorong individu untuk meningkatkan performa, mengintensifkan usaha atau mengubah sasaran tingkah laku. Tekanan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari  dan memiliki bentuk yang berbeda-beda pada setiap individu. Tekanan dalam beberapa kasus tertentu dapat menghabiskan sumber-sumber daya yang dimiliki dalam proses pencapaian sasarannya, bahkan bila berlebihan dapat mengarah pada perilaku maladaptive. Tekanan dapat berasal dari sumber internal atau eksternal atau kombinasi dari keduanya.Tekanan internal misalnya adalah sistem nilai, self esteem, konsep diri dan komitmen personal. Tekanan eksternal misalnya berupa tekanan waktu atau peranyang harus dijalani seseorang, atau juga dpat berupa kompetisi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat antara lain dalam pekerjaan, sekolah dan mendapatkan pasangan hidup.

  1. Frustasi

Frustasi dapat terjadi apabila usaha individu untuk mencapai sasaran tertentu mendapat hambatan atau hilangnya kesempatan dalam mendapatkan hasil yang diinginkan. Frustasi juga dapat diartikan sebagai efek psikologis terhadap situasi yang mengancam, seperti misalnya  timbul reaksi marah, penolakan maupun depresi.

  1. Konflik

Konflik terjadi ketika individu berada dalam tekanan dan merespon langsung terhadap dua atau lebih dorongan, juga munculnya dua kebutuhan maupun motif yang berbeda dalam waktu bersamaan. Ada 3 jenis konflik yaitu :

a.Approach – approach conflict, terjadi apabila individu harus satu diantara dua alternatif yang sama-sama disukai, misalnya saja seseorang sulit menentukan keputusan diantara dua pilihan karir yang sama-sama diinginkan. Stres muncul akibat hilangnya kesempatan untuk menikmati alternatif yang tidak diambil. Jenis konflik ini biasanya sangat mudah dan cepat diselesaikan.

b.Avoidence – avoidence conflict, terjadi bila individu diharapkan pada dua pilihan yang sama- sama tidak disenangi, misalnya wanita muda yang hamil muda yang hamil diluar nikah, di satu sisi ia tidak ingin aborsi tapi di sisi lain ia belum mampu secara mental dan finansial untuk membesarkan anaknya nanti. Konflik jenis ini lebih sulit diputuskan dan memerlukan lebih banyak tenaga dan waktu untuk menyelesaikannya karena masing-masing alternatif memilki konsekuensi yang tidak menyenangkan.

c.Approach – avoidence conflict, adalah situasi dimana individu merasa tertarik sekaligus tidak menyukai atau ingin menghindar dari seseorang atau suatu objek yang sama, misalnya seseorang yang berniat berhenti merokok, karena khawatir merusak kesehatannya tetapi ia tidak dapat membayangkan sisa hidupnya kelak tanpa rokok

Berdasarkan pengertian stressor diatas dpat disimpulkan kondisi fisik, lingkungan dan  sosial yang menjadi penyebab dari kondisi stres.

  1. Symptom-reducing response terhadap stress

Kehidupan akan terus berjalan seiring dengan brjalannya waktu. Individu yang mengalami stress tidak akan terus menerus merenungi kegagalan yang ia rasakan. Untuk itu setiap individu memiliki mekanisme pertahanan diri masing-masing dengan keunikannya masing-masing untuk mengurangi gejala-gejala stress yang ada.

  1. Mekanisme Pertahanan Diri

-Indentifikasi adalah suatu cara yang digunakan individu untuk mengahadapi orang lain dengan membuatnya menjadi kepribadiannya, ia ingin serupa dan bersifat sama seperti orang lain tersebut. Misalnya seorang mahasiswa yang menganggap dosen pembimbingnya memiliki kepribadian yang menyenangkan, cara bicara yang ramah, dan sebagainya, maka mahasiswa tersebut akan meniru dan berperilaku seperti dosennya.

-Kompensasi

Seorang individu tidak memperoleh kepuasan dibidang tertentu, tetapi mendapatkan kepuasaan dibidang lain. Misalnya Andi memiliki nilai yang buruk dalam bidang Matematika, namun prestasi olahraga yang ia miliki sangat memuaskan.

-Overcompensation / Reaction Formation

Perilaku seseorang yang gagal mencapai tujuan dan orang tersebut tidak mengakui tujuan pertama tersebut dengan cara melupakan serta melebih-lebihkan tujuan kedua yang biasanya berlawanan dengan tujuan pertama. Misalnya seorang anak yang ditegur gurunya karena mengobrol saat upacara, beraksi dengan menjadi sangat tertib saat melaksanakan upacara san menghiraukan ajakan teman untuk mengobrol.

-Sublimasi

Sublimasi adalah suatu mekanisme sejenis yang memegang peranan positif dalam menyelesaikan suatu konflik dengan pengembangan kegiatan yang konstruktif. Penggantian objek dalam bentuk-bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat dan derajatnya lebih tinggi. Misalnya sifat agresifitas yang disalurkan menjadi petinju atau tukang potong hewan.

-Proyeksi

Proyeksi adalah mekanisme perilaku dengan menempatkan sifat-sifat bain sendiri pada objek diluar diri atau melemparkan kekurangan diri sendiri pada orang lain. Mutu Proyeksi lebih rendah daripada rasionalisasi. Contohnya seorang anak tidak menyukai temannya, namu n ia berkata temannya lah yang tidak menyukainya.

-Introyeksi

Introyeksi adalah memasukan dalam diri pribadi dirinya sifat-sifat pribadi orang lain. Misalnya seorang wanita mencintai seorang pria lalu ia memasukkan pribadi pria tersebut ke dalam pribadinya.

-Reaksi Konversi

Secara singkat mengalihkan koflik ke alat tubuh atau mengembangkan gejala fisik. Misalnya belum belajar saat menjelang bel masuk ujan, seorang anak wajahnya menjadi pucat berkeringat.

-Represi

Represi adalah konflik pikiran, impuls-impuls yang tidak dapat diterima dengan paksaan ditekan ke dalam alam tidak sadar dan dengan sengaja melupakan. Misalnya seorang karyawan yang dengan sengaja melupakan kejadian saat ia di marahi oleh bosnya tadi siang.

-Supresi

Supresi yaitu menekan konflik impuls yang tidak dapat diterima secara sadar. Individu tidak mau memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan dirinya. Misalnya dengan berkata “Sebaiknya kita tidak membicarakan hal itu lagi.”

-Denial

Denial adalah mekanisme perilaku penolakan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan. Misalnay seorang penderita diabetes memakan semua makanan yang menjadi pantangannya.

-Regresi

Regresi adalah mekanisme perilaku seorang yang apabila menghadapi konflik frustasi, ia menarik diri dari pergaulan. Misalnya artis yang sedang digosipkan selingkuh karena malu maka ia menarik diri dari perkumpulannya.

-Fantasi

Fantasi adalah apabila seseorang menghadapi konflik-frustasi, ia menarik diri dengan berkhayal/berfantasi, misalnya dengan lamunan. Contoh seorang pria yang tidak memilki keberanian untuk menyatakan rasa cintanya melamunkan berbagai fantasi dirinya dengan orang yang ia cintai.

-Negativisme

Adalah perilaku seseorang yang selalu bertentangan / menentang otoritas orang lain dengan perilaku tidak terpuji. Misalkan seorang anak yang menolak perintah gurunya dengan bolos sekolah.

-Sikap Mengritik Orang Lain

Bentuk pertahanan diri untuk menyerang orang lain dengan kritikan-kritikan. perilaku ini termasuk perilaku agresif yang aktif. Misalkan seorang karyawan yang berusaha menjatuhkan karyawan lain dengan adu argument saat rapat berlangsung.

  1. Pendekatan problem solving terhadap stress

Salah satu cara dalam menangani stress yaitu menggunakan metodebiofeddback, tekniknya adalah mengetahui bagian-bagian tubuh mana yang terkena stress kemudian belajar untuk menguasainya. Tekhnik ini menggunakan serangkaian alat yang sangat rumit sebagai Feedback.

Melakukan sugesti untuk diri sendiri juga dapat lebih efektif karena kita tahu bagaimana keadaan diri kita sendri. Berikan sugesti-sugesti yang positif, semoga cara ini akan berhasil ditambah dengan pendekatan secara spiritual (mengarah pada Tuhan).

 

Referensi:

http://www.psychologymania.com/2012/09/pengertian-penyesuaian-diri.html

https://nabilapd.wordpress.com/2015/04/09/penyesuaian-diri-dan-pertumbuhan/

Semium, Yustinus (2006) Kesehatan mental 1. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Yogyakarta

http://ridhwanalmajid.blogspot.co.id/2015/04/stess-dalam-kesehatan-mental.html

TEORI KEPRIBADIAN SEHAT

TUGAS ke 1

Nama : Atikah Dwi Fauziyah

Kelas : 2PA14

Npm : 11514790

 

  1. Aliran Psikoanalisa

Psikolanalisa merupakan salah satu aliran besar dalam dunia psikologi, pencetus awalnya adalah Sigmund Freud, berikut ini akan dijelaskan teori psikoanalisa dari Sigmund Freud dan kemudian mengaitkannya dengan kepribadian yang sehat.

Psikoanalisa adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia.  Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tentang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang individu lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran.

Menurut teori psikoanalisa, inti dari keinginan dorongan ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual dan apabila dorongan – dorongan ini tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan juga mengganggu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis. Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” / ( unconscious motivation ) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa.

Dalam teori psikoanalisanya freud menjelaskan tentang struktur kepribadian individu, struktur kepribadian tersusuan atas 3 sistem pokok, yakni :

  1. Id

Id merupakan aspek biologis yang strukturnya paling mendasar dari kepribadian. Id juga merupakan sistem kepribadian yang asli, dimana id sebagai rahim tempat berkembangan ego dan superego. Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis ada sejak lahir dan merupakan reservoir energi psikis. Id berhubungan erat dengan proses-proses jasmaniah darimana id mendapatkan energinya. Id memiliki 2 proses yaitu proses primer dan tindakan refleksi. Id terdiri dari dorongan – dorangan biologis seperti makan, sex dan agresifitas.

  1. Ego

Ego merupakan aspek psikologis yang berkembang dari id yang struktur kepribadianya mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Ego timbul karena kebutuhan – kebutuhan organisme memerlukan transaksi – transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan objektif. Perbedaan pokok antara id dan ego adalah id hanya mengenal kenyataan subjektif jiwa sedangkan ego membedakan antara hal – hal yang terdapat dalam batin dan hal – hal yang terdapat dalam dunia luar. Ego disebut juga sebagai eksekutif kepribadian karena ego mengontrol pintu-pintu arah tindakan, memilih segi lingkungan kemana ia akan membri respon dan memutuskan insting mana yang akan dipuaskan.

 

  1. Superego

Superego merupakan aspek sosiologis yang merefleksikan nilai – nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan moral. Gambaran kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanamkan oleh adat istiadat, agama, orangtua, guru, dan orang lain kepada anak. Karena itu pada dasarnya superego adalah hati nurani seseorang yang menilai benar atau salahnya tindakan seseorang. Itu berarti superego mewakili nilai-nilai ideal dan selalu berorientasi pada kesempurnaan.

 

Freud juga membagi aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul, yaitu :

  1. Tingkat Sadar Atau Kesadaran ( Conscious Level )

Pada tingkat ini aktivitas mental dapat disadari setiap saat seperti berpikir, persepsi, dan lain – lain.

  1. Tingkat Prasadar ( Preconscious Level )

Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis yang timbul bias disadari hanya apabila individu memperhatikannya, misalnya memori, pengetahuan-pengetahuan yang telah dipelajari, dan lain – lain.

  1. Tingkat Tidak Disadari ( Unconscious Level )

Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis tidak disadari oleh individu. Gejala-gejala ini muncul misalnya dalam dorongan-dorongan immoral, pengalaman-pengalaman yang memalukan, harapan-harapan yang irasional, dorongan-dorongan seksual yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, dan lain-lain.

 

Meskipun masing-masing bagian dari kepribadian total ini mempunyai fungsi, sifat, komponen, prinsip kerja, dinamisme dan mekanismenya sendiri. Namun mereka berinteraksi begitu erat satu sama lain sehingga sulit (tidak mungkin) untuk memisah – misahkan pengaruhnya dan menilai sumbangan relatifnya terhadap tingkah laku manusia. Tingkah laku hampir selalu merupakan produk dari interaksi diantara ketiga sistem tersebut jarang salah satu sistem berjalan terlepas dari kedua sistem lainnya.

Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis :

  1. Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
  2. Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar.
  3. Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.
  4. Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya.
  5. Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan.

 

 

2. Aliran Behavioristik

Aliran psikologi behaviorisme adalah sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh John B.Watson pada tahun 1913. Behaviorisme atau Aliran Perilaku (juga disebut Perspektif Belajar) adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme — termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan— dapat dan harus dianggap sebagai perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak hipotetis seperti pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus memiliki dasar yang bisa diamati tapi tidak ada perbedaan antara proses yang dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan).

Teori-teori behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku. Semua bentuk tingkah laku manusia adalah hasil belajar yang bersifat mekanistik lewat proses penguatan.

Aliran behaviorisme memperlakukan manusia sebagai mesin, yaitu di dalam suatu sistem kompleks yang bertigkah laku menurut cara – cara yang sesuai dengan hukum. Dalam pandangan kaum behavioris, individu digambarkan sebagai suatu organisme yang bersifat baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, berkreativitas, seperti alat pengatur panas.

Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting, yaitu :

  1. Menekankan pada respon – respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku.
  2. Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
  3. Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Manusia dapat belajar banyak tentang perilakunya sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang. Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respon terhadap rangsangan itu.

Kepribadian yang sehat menurut behavioristik :

  1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya.
  2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
  3. Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang objektif.

 

 

 

3. Aliran Humanistik

Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai Bapak dari psikologi humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap psikologi behavioristik dan psikoanalisis, dan memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan ciri-ciri eksistensinya.

Psikologi humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh Psikologi Humanistik memandang behavorisme mendehumanisasi manusia. Psikologi Humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.

Maslow menjadi terkenal karena teori motivasinya, yang dituangkan dalam bukunya “Motivation and Personality”. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhirarki, meliputi:

1)    Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)

2)    Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs / the security needs)

3)    Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)

4)    Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs)

5)    Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)

 

Menurut Maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusian. Ada empat ciri psikologi yang berorientasi humanistik, yaitu:

  1. a) Memusatkan perhatian pada person yang mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.
  2. b) Memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, aktualisasi diri, sebagai lawan pandangan tentang manusia yang mekanistis dan reduksionis.
  3. c) Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan.
  4. d) Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu (Misiak dan Sexton, 1988). Selain Maslow sebagai tokoh dalam psikologi humanistik, juga Carl Rogers (1902-1987) yang terkenal dengan client-centered therapy (Walgito, B 2002 : 80).

Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan hanya mengandalakan pengalaman – pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.

 

 

4. Pendapat Gordon Allport

“Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya”

Ciri-Ciri Kepribadian yang Matang Menurut Allport :

  1. Ekstensi sense of self : Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas, Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka, dan Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana).
  2. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain : Kapasitas intimacy(hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion(pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang)
  3. Penerimaan diri: Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal : mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
  4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan: kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi.
  5. Objektifikasi diri (insight dan humor) : kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain.
  6. Filsafat Hidup : ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti.

 

5. Pendapat Rogers

“Memahami dan menjelaskan Teori Kepribadian Sehat menurut Rogers yang meliputi :

  1. Perkembangan kepribadian atau “self” Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya.
  2. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu Kebutuhan tersebut disebut “need for positive regard” Kebutuhan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu :
  3. conditional positive regard (bersyarat),
  4. unconditional positive regard (tak bersyarat).

 

6. Pendapat Abraham Maslow

Hirarki Kebutuhan

Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. Ia menyebut teorinya sebagai “hirarki kebutuhan”. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Selanjutnya orang akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat berikutnya. Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi sebagai berikut:

  1. Kebutuhan Psikologis
  2. Kebutuhan Rasa Aman
  3. Kebutuhan Sosial
  4. Kebutuhan Akan Penghargaan
  5. Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri

 

 

7. Pendapat Fromm

Teori Erich Fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat.

Kebutuhan Dasar Manusia menurut Erich Fromm :

  1. Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain
  2. Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk yang kreatif
  3. Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia
  4. Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia
  5. Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia

 

 

https://agnesdevia.wordpress.com/2013/03/29/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran-psikoanalisa-aliran-behavioristik-dan-aliran-humanistik/

http://ine-lestiani.blogspot.com/2013/04/tulisan-1-kesehatan-mental-tugas-2.html

http://ameliyah-bintangkecil.blogspot.com/2013/06/kesimpulan-materi-kesehatan-mental.html

http://elfagustiarapratama.blogspot.com/2014/03/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran.html

http://andaribra.blogspot.com/2014/03/kesehatan-mental-aliran-psikoanalisis.html

Intrapersonal, Interpersonal dan Transpersonal

Nama Kelompok:
1. Afina Triadhani (10514401)
2. Atikah Dwi Fauziyah (11514790)
3. Fitriasari (14514350)
4. Siti Nurhikmah (1C514956)
Kelas: 2PA14
—————————————————————————————————————
 
1. Intrapersonal
Intrapersonal yaitu komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang yang berupa proses pengolahan informasi melalui panca indera dan sistem syaraf manusia.
Tipe komunikasi intrapersonal sama dengan proses berpikir, yaitu ketika seseorang secara sadar (sengaja) mengirimkan informasi pada dirinya untuk menganalisis sebuah situasi dan mengambil sikap atau keputusan.
Contohnya: Orang yang di dunia nyata (kehidupan sehari-hari nya) pendiam terlihat tidak suka bergaul dengan temannya, ternyata di media sosial internet dia menggambarkan dirinya sebagai seorang yang aktif berbicara, pandai berinteraksi dengan sesama pengguna internet, menguasai informasi yang ada di dalamnya seolah dia bisa mewujudkan apa yang dia inginkan di dunia maya.
2. Interpersonal
Interpersonal yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dengan corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang memandang pribadi sebagai unik. Dalam komunikasi ini jumlah perilaku yang terlibat pada dasarnya bisa lebih dari dua orang selama pesan atau informasi yang disampaikan bersifat pribadi.
Contoh komunikasi interpersonal di dunia maya adalah Facebook, Email, Chatting, dll. Komunikasi ini juga bisa sebagai suatu komunikasi untuk mendapat respon atau timbal-balik.
Contohnya: Sekelompok orang dalam satu rumah berdiskusi melalu chat-room di dunia maya. Memang, komunikasi di dunia maya lebih praktis dan lebih bisa mengeksplorisasi diri dengan orang lain bahkan dengan orang yang belum kita kenal di berbagai negara. Tetapi jika kondisinya seperti itu, akan terjadi penurunan interaksi antar idividu yang bisa menyebabkan menurunnya keakraban.

3. Transpersonal

Transpersonal yaitu komunikasi yang terjadi dalam domain spiritual seseorang. Tujuan komunikasi transpersonal yaitu untuk memunculkan kesadaran tentang diri (self-hood), meningkatkan spiritualitas, lebih cenderung bersifat vertikal, mengutamakan hubungan spiritual seseorang dengan Tuhannya.
Contohnya: Siaran adzan magrib diseluruh radio dan televisi di Indonesia menjadi pegingat bagi umat muslim di Indonesia untuk melaksanakan shalat magrib sesuai waktu yang ditetapkan masing-masing daerah. Sehingga pada saat melaksanakan shalat, manusia dapat berinteraksi dengan Tuhan.
Sumber:

SURAT DAN CV

Bahasa Indonesia 2

 Nama : Atikah Dwi Fauziyah

NPM  :11514790

Kela   : 1PA14

  1. SURAT
  • Pengertian Surat 

Surat adalah satu sarana untuk menyampaikan pernyataan atau informasi secara tertulis dari pihak yang satu kepada pihak lain. Informasi itu dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, pertanyaan, permintaan, laporan, pemikiran, sanggahan, dan sebagainya.

  • Fungsi Surat

Surat berfungsi untuk

1)  Menyampaikan informasi yang tidak mungkin disampaikan secara tatap muka.

2)  Mengirimkan berita yang tidak bergantung pada waktu, ruang, tenaga, dan biaya.

3)  Alat bukti dalam suatu persengketaan.

4)  Menyimpan informasi dalam waktu lama.

5)  Memuaskan diri sendiri.

6)  Memungkinkan seseorang menafsirkan dengan matang apa yang dimaksud oleh penulis.

7)  Memberi kesempatan kepada penerima surat untuk menentukan reaksi yang diperlukan.

8)  Memberikan kesempatan yang banyak kepada penulis surat untuk memilih kata dan kalimat      yang tepat, sehingga salah paham atau kemungkinan terjadinya perselisihan dapat dihindari.

9) Memberikan kesempatan kepada penerima surat untuk meminta bantuan orang lain    menyelesaikan informasi  yang tertuang dalam surat.

10) Dapat digandakan untuk orang lain.

11) Hal-hal yang bersipat rahasia.

  • Syarat-syarat Membuat Surat

Membuat surat yang baik tidaklah gampang. Banyak persyaratan harus dipenuhi. Di samping harus menerapkan prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas, untuk mampu menyusun surat yang baik, menarik, dan modern, penulis harus menguasai syarat dan ciri-ciri surat yang baik, sebagai berikut :

1) Surat ditulis dalam bentuk yang menarik dan tersusun baik sesuai dengan peraturan menulis surat.

Untuk itu penulis harus memahami berbagai bentuk surat yang akan digunakan.

2) Surat tidak mengandung kata-kata atau kalimat yang tidak berguna.

Tidak boleh rumusannya bertele-tele atau berbelit-belit. Kalimat hendaknya sederhana, lugas, dan mudah dipahami pembaca. Juga kata-kata yang dipakai harus jelas, tepat, tidak mendua, hemat, dan benar sesuai dengan tata bahasa Indonesia. Hindarilah singkatan  yang tidak perlu, kecuali singkatan untuk satuan-satuan ukuran dan singkatan yang telah lazim dipakai dalam surat menyurat.

3) Surat menunjukkan budi bahasa, pertimbangan baik dan bijaksana.

Nada surat harus hormat, sopan, dan simpatik. Usahakan agar tidak menyinggung atau merendahkan pembaca surat. Dalam menulis surat, penulis hendaknya bersikap seolah-olah ia sedang berbicara dengan yang dituju.

4) Surat hendaknya tidak terlalu panjang.

Surat yang pendek lebih banyak memberi manfaat, misalnya praktis, estetis, dan menghindarkan salah pengertian.

5) Surat harus bersih, necis, tidak kotor.

Sebaiknya dipergunakan kertas yang baik dan warna yang sesuai. Ketikan rapi dan tidak ada huruf yang bertumpuk dan cermat.

Di bawah ini diberikan langkah-langkah penyusunan surat resmi yang perlu diperhatikan :

  1. Membuat perencanaan dan persiapan yang baik.
  2. Menetapkan dan menguasai masalah yang akan diungkapkan.
  3. Pokok masalah itu disusun, lalu diuraikan secara sistematis, kronologis, runtut, dan konsisten.
  4. Menetapkan bahan dan data untuk menyusun surat.
  5. Mengetahui siapa yang dituju.
  6. Menyadari dan menentukan posisi penulis.
  7. Menggunakan kelengkapan (fasilitas) yang memadai : pengguna- an bentuk surat, jenis kertas yang dipakai,  warna kertas,  ukuran kertas (folio, kuarto, oktavo), amplop surat dan cara melipat surat, pengetikan, serta pengiriman (waktu yang tepat, jaminan keamanan isinya).
  8. Meniliti kembali surat yang telah dikerjakan, apakah sudah betul dan layak dikirimkan atau belum.
  • Bagian-bagian Surat
  1. Kepala surat  : Bagian surat yang menunjukan ciri khas suatu badan usaha,perusahaan,atau kantor. kepala surat(kop surat) terletak di bagian paling atas surat.

    2. Tanggal surat  : Dimana penulisannya menggunakan huruf untuk bulan,sedangkan untuk tanggal  dan tahun menggunakan angka arab dan tidak boleh disingkat.

    3. Nomor surat : Digunakan untuk surat-surat yang sifatnya resmi dan dinas.

    4. Lampiran  : Sesuatu yang melengkapi sebuah surat yang berisi keterangan berhubungan dengan surat dan diikutsertakan dalam pengiriman.

    5. Perihal/hal surat  : Bagian surat yang digunakan sebagai petunjuk mengenai masalah pokok surat.

    6. Alamat  : Meliputi alamat luar pada sampul dan alamat dalam pada surat.

    7. Salam pembuka :Bagian surat yang berisi kalimat untuk membuka suatu pembicaraan dalam surat.

  2. Isi surat : Pembicaraan inti dalam surat

    9. Salam penutup : Bagian surat yang menandakan bahwa surat telah berakhir.

    10. Nama perusahaan/jabatan :Dimana nama perusahaan digunakan untuk surat niaga,sedangkan nama jabatan digunakan untuk surat dinas.

    11.  Tanda tangan  :Digunakan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab terhadap surat tersebut.

    12.   Nama terang : Nama jelas orang yang betanggung jawab terhadap surat /nama orang yang menandatangani surat.

    13. Nama jabatan/NIP : Digunakan dalam surat niaga,sedangkan nip digunakan dalam surat dinas pemerintah.

    14. Tembusan : Surat yang dibuat dengan tindasan karbon yang dapat dikirim kepada orang- orang   yang ada hubungan dengan surat tersebut.

    15. Inisial : Singkatan nama pengonsep dan pengetik surat tersebut.

  • Bahasa Surat

Yang dimaksud dengan bahasa surat di sini ialah bahasa yang kita gunakan dalam surat kita, terutama bahasa dalam bagian inti surat itu.Bahasa yang digunakan harus tunduk kepada semua aturan bahasa yang berlaku baik struktur kata dan kalimat, maupun penggunaan tanda-tanda baca, pemakaian alinea/paragraf, dan sebagainya.

Pada alinea pembuka yang merupakan pengantar isi surat, penulis surat biasanya menggunakan kalimat-kalimat khusus yang disesuaikan dengan maksud surat itu. Misalnya, memberitahukan sesuatu, menyatakan sesuatu, meminta sesuatu, membalas surat atau menjawab pertanyaan, dan sebagainya.

Beberapa contoh kalimat pembuka:

–          Dengan surat ini kami beritahukan kepada Saudara…

–          Dengan ini kami mohon bantuan Saudara untuk…

–          Bersama ini kami kirimkan kepada Bapak…

–          Seiring dengan surat ini kami kirimkan uang dengan wesel pos sebesar…

–          Membalas surat Ibu tanggal…

–          Menjawab pertanyaan Anda dalam surat Anda…

–          Memenuhi pesanan Tuan dengan surat tanggal… nomor…

–          Menyusul surat kami tanggal…, dengan ini kami beri tahukan bahwa…

–          Dengan sangat menyesal kami sampaikan kepada Bapak bahwa…

Kesalahan yang boleh dikatakan sudah menjadi suatu salah kaprah dalam surat-menyurat ialah penggunaan kalimat pembuka: Bersama ini kami kabarkan bahwa…, atau Bersama surat ini saya beri tahukan kepada Saudara bahwa…

Ungkapan bersama ini mengandung arti ‘seiring dengan ini’, sedangkan kabar atau berita yang disampaikan itu tidak seiring dengan surat itu, tetapi ada di dalam surat itu. Oleh karena itu, bukan kata bersama ini yang hendaknya dipakai di situ, melainkan katadengan ini atau dengan surat ini.

Mungkin karena pengaruh bahasa Belanda atau Inggris kita juga menulis kalimat pembuka: Menjawab surat Saudara… padahal yang dijawab bukan surat, melainkan pertanyaan yang ada di dalam surat yang diterima. Dalam bahasa Indonesia, lebih tepat bila kita mengatakan/menulis: Membalas surat Saudara tanggal… atauMenjawab pertanyaan Saudara dalam surat tanggal…

Kalimat pembuka yang dimulai dengan kata berhubung saja juga tidak tepat karena ungkapan yang seharusnya digunakan ialah berhubung dengan. Misalnya, berhubung dengan kesehatan saya hari ini agak terganggu… Boleh juga kita mulai kalimat itu bukan dengan ungkapan berhubung dengan, melainkan dengan kata karena:  Karena kesehatan saya hari ini… dan seterusnya.

Ungkapan berhubung dengan menyatakan hubungan pertalian, sedangkan kata karena dipakai untuk menyatakan sebab-akibat. Jadi ada perbedaannya: kata karena tidak dapat diganti dengan kata berhubung. Ungkapan lain menyatakan hubungan pertalian ialah:bertalian dengan, berhubungan dengan, sehubungan dengan, berkenaan dengan, sejalan dengan.

Kalimat penutup surat juga disesuaikan dengan isi surat kita. Pada umumnya, pada akhir surat kita, kita menyampaikan terima kasih kepada orang yang kita kirimi surat itu oleh karena bantuannya, perhatiannya, kerja sama yang ditunjukkannya, dan sebagainya. Kalimat penutup ini haruslah kita tempatkan pada alinea khusus yaitu alinea penutup, jangan disambungkan saja pada bagian isi surat sesungguhnya.

Beberapa contoh kalimat penutup:

–          Atas bantuan Saudara, kami mengucapkan banyak terimakasih.

–          Kami akhiri surat kami dengan ucapan terima kasih atas perhatian serta kerja sama Saudara yang baik.

–          Sekianlah laporan kami, mudah-mudahan beroleh tanggapan dan perhatian Bapak.

–          Semoga laporan kami ini dapat membantu Bapak. Terima kasih kami ucapkan atas perhatian Bapak.

  • Contoh Surat Resmi

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan

Bekasi, 20 Juni 2015

Kepada

Yth. Bapak/Ibu Pimpinan Krakatau Steel

Banten

Hal  : Lamaran Pekerjaan

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan diawah ini:

Nama                                       : Atikah dwi Fauziyah

Tempat, Tanggal Lahir            : Jakarta, 26-Agustus-1993

Usia                                         : 22 Tahun

Pendidikan Terakhir                : S1

Jurusan                                    : Psikologi

Alamat Asal                            : Kelurahan BojongRawalumbu

Domisili                                   : J. Lumbu Utara 2, No:55, Rawalumbu, Bekasi

Telepon                                   : 081296269652

Berdasarkan Info Kerja yang dimuat di Website dan Inforasi di Koran Kompas Mingguan, saya bermaksud mengajukan lamaran kerja pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin untuk menempati posisi bagian HRD.

Dengan bekal kemampuan yang saya miliki diantaranya mampu membantu peningkatan kinerja karyawan, tes masuk karyawan baru, analisa keadaan karyawan yang bermasalah, dan lain-lainnya, rajin,  jujur, bekerja keras, dan dapat bekerja secara mandiri maupun tim

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan beberapa berkas sebagai berikut:

  1. Foto Copy Ijazah Terakhir
  2. Daftar Riwayat Hidup
  3. Foto Copy Ktp
  4. Foto Ukuran 3×4 = 2 Lembar
  5. Sertifikat Keterampilan Khusus

Demikian surat permohonan pekerjaan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Besar harapan saya untuk dapat diterima di perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Bekasi, 20 Juni 2015

Hormat Saya

Atikah D.F

Curriculum Vitae

 

 

  • Pengertian CV

 Curriculum vitae (CV; juga ditulis curriculum vitæ) atau daftar riwayat hidup adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman sesorang dan kualifikasi lainnya. Di beberapa negara, suatu CV biasanya merupakan hal utama yang dijumpai seorangmajikan potensial tentang pencari kerja dan sering digunakan untuk menyaring aplikan (orang-orang yang melamar kerja secara daring) ketika mencari pekerjaan, biasanya dilanjutkan dengan wawancara.

  • Manfaat CV

Manfaat dari daftar riwayat hidup adalah agar  kamu dapat mencatat data diri dalam sebuah tulisan. karena daftar riwayat hidup diperlukan untuk menerangkan data diri kamu kepada orang lain. biasanya, daftar riwayat hidup dibuat untuk keperluan mendaftarkan diri. Misalnya, mendaftarkan diri ikut lomba kesenian, menjadi anggota sanggar seni, atau keperluan lainnya.

  • Susunan CV
  • Identitas (Data Pribadi). Pada urutan pertama silahkan cantumkan data pribadi Anda seperti Nama Lengkap, Jenis Kelamin, Tempat dan Tanggal Lahir, Kewarganegaraan, Agama, Status Perkawinan, Tinggi dan Berat Badan, Alamat Lengkap, Telepon & HP, serta e-mail.
  • Riwayat Pendidikan. Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah Anda ikuti, lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).
  • Kemampuan. Uraikan secara singkat kemampuan Anda yang relevan dengan bidang kerja yang hendak Anda lamar.
  • Pengalaman Kerja. Cantumkan pengalaman kerja anda pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan nama perusahaan, posisi/jabatan, tugas dan tanggung jawab atau wewenang serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut. Urutannya dimulai dari pekerjaan (atau jabatan atau posisi) terakhir.
  • Pengalaman Organisasi. Cantumkan juga pengalaman organisasi Anda apabila relevan dengan pekerjaan yang hendak Anda lamar.
  • Bagaimana  Cara Membuat CV Yang Baik Dan Menarik

Pembuatan CV yang baik dan benar tentu akan memberikan dampak yang positif bagi pelamar. Hal ini akan berpengaruh kepada diterima tidaknya pelamar pada sebuah perusahaan yang sedang ia lamar. Untuk itu ada beberapa Tips atau cara membuat CV yang baik dan benar, yaitu:

  1. Hal yang paling utama ialah kejujuran. Artinya setiap isian di lembaran CV harus Anda isi sesuai dengan diri Anda. Jangan sesekali mencoba berbohong. Contoh, jika Anda belum berpengalaman kerja, jangan mencantumkan pengalaman kerja.
  2. Apabila Anda mencantumkan pengalaman kerja ke dalam CV, cantumkan pengalaman kerja yang kira-kira berhubungan dengan perusahaan yang hendak Anda lamar.
  3. Apabila Anda mencantumkan kemampuan yang Anda miliki dalam CV, dan Anda adalah seorang yang serba mampu atau dengan kata lain, banyak kemampuan yang Anda miliki, maka silahkan cantumkan hanya kemampuan-kemampuan yang berhubungan dengan perusahaan yang hendak Anda lamar. Menurut saya ini penting, karena orang yang serba bisa sering sekali tidak fokus dengan satu kemampuan. Jadi terkesan setengah-setengah dalam menguasai suatu keterampilan atau kemampuan. Jadi usahakan jangan sampai Anda meninggalkan kesan tersebut.
  4. Buatlah dengan format dan urutan yang benar.
  • Contoh CV yang Menarik
Untitled

Pembelajaran Anak Berbakat

  1.  Ciri-Ciri Anak Berbakat :
  1. Anak memiliki ciri khas Anak yang memiliki ciri khas biasnya akan nampak saat dirinya sedang bermain besama teman-teman sebayanya. Si anak akan bertingkah laku yang lebih dewasa sehingga kerika bermain dengan teman seusianya cenderung memisah. Namun, bukan berarti si anak tak mau bermain dan berkumpul dengan teman seusianya. Si anak sangat bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  2. Anak memiliki cara belajar yang berbeda Si anak cenderung tidak bisa diam dan aktif terhadap hal-hal baru. Selain itu, si anak juga lebih suka untuk mengeklspelor dan mempelajari lebih lanjut sesuatu yang ada di sekelilingnya. Namun ketahuilah bahwa tidak mau diam bukan berarti si anak hiperaktif.
  3. Gaya bahasanya lebih dewasa Si anak lebih cepat menyerap bahasa orang dewasa dan menirukannya. Untuk itu, jangan heran jika ada anak yang mengikuti perkataan orang dewasa bahkan menirukannya. Selain itu,  si anak akan lebih cepat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.
  4. Anak memiliki kosakata yang banyak Karena kemampuannya untuk menyerap bahasa lebih cepat, si anak jadi memiliki kosakata yang lebih banyak. Dengan begitu, si anak jadi mengerti kata-kata yang diucapkan kepadanya. Bahkan, si anak bisa menyebutkan secara terperinci baik itu mengenai benda atau saat menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya.
  5. Anak memiliki keterampilan yang lebih Keterampilan lebih yang dimilikinya itu, seperti memakai baju sendiri, memegang benda dengan posisi yang benar tanpa kesulitan, dan keterampilan lainnya. Namun ketahuilah bahwa keterampilan itu bisa saja dimiliki si anak asalkan Anda mau melatihnya dengan cara berenang, bermain tenis, dan olahraga lainnya. Dengan berolahraga bisa melatih kemampuan motorik kasarnya.
  6. Anak gemar mengoleksi benda Apakah anak Anda gemar mengoleksi benda-benda? Jika iya, maka si anak bisa jadi memiliki bakat. Anak berbakat akan lebih senang untuk mengumpulkan benda-benda kesukaannya. Misalnya, mainan, baju, hiasan, dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan si anak menyukai bentuknya, warnanya, serta modelnya. Tak heran jika si anak gemar memilih-memilih atau mengelompokkan benda-benda kesukaannya itu.
  7. Anak gemar membaca Saat usia si anak 1 tahunan, dirinya akan mampu untuk membedakan gambar yang posisinya terbalik. Selain si itu, si anak juga akan menunjukkan gerakan kepala dari kiri ke kanan seolah-olah dirinya sedang membaca. Ketahuilah bahwa hampir 50 persen anak yang berbakat sudah bisa membaca sejak usianya 2-2,5 tahun. Untuk merangsang anak agar suka membaca, Anda juga bisa melatihnya dengan mendongengkan buku atau sering bercerita kepadanya.
  8. Memiliki kemampuan logika Anak berbakat akan mudah memahami benda-benda yang besar dan kecil, serta membedakan banyak dan sedikit. Selain itu, si anak juga mengerti mengenai berapa lama, berapa jauh, dan berapa banyak. Dan anak berbakat juga bisa membedakan atas dan bawah, kiri dan kanan, serta maju dan mundur.
  9. Memiliki daya ingat yang cukup baik Daya ingat anak berbakat sangat tinggi. Misalnya, si anak mampu mengingat kejadian yang sudah lama dan mampu untuk mengungkapkannya kembali dengan baik. Apakah anak Anda seperti itu?
  10. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi Anak berbakat cenderung lebih banyak bertanya terhadap apa yang belum dimengerti. Jika si anak banyak bertanya pada apa yang tidak diketahuinya, maka sebagai orangtua Anda harus memberikan jawaban untuknya. Berilah jawaban dengan baik dan jangan biarkan si anak tanpa jawaban.
  11. Pandai bersosialisasi Anak berbakat akan lebih senang untuk bermain dengan teman di atas usianya. Dirinya akan merasa nyaman bermain dengan teman yang usianya lebih tua darinya. Sedangkan, saat bermain dengan teman seusianya si anak akan merasa tidak nyaman.
  12. Memiliki energi yang kuat Setiap beraktivitas, si anak selalu bersemangat karena dirinya memiliki energi yang kuat. Untuk itu, jangan heran jika si anak kurang tidur siangnya. Itulah ciri-ciri anak berbakat. Setelah mengetahui ciri-ciri tersebut, apakah Anda termasuk anak yang berbakat? Jika sudah mengetahui bakat si anak, maka sebagai orangtua Anda perlu mengasah dan membimbingnya dengan baik. Berilah  stimulasi-stimulasi yang cocok untuknya agar si anak bisa mengembangkan bakatnya dengan baik.
  1. Implikasi Dalam Pembelajaran (Teori Barbe dan Renzulli) :

Implikasi dalam pembelajaran anak berbakat disimpulkan oleh Barbed an Renzulli (Munandar, 1999: 62) sebagai berikut:

  1.    Pertama-tama guru perlu memahami diri sendiri, karena anak yang belajar tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang dilakukan guru, tapi juga bagaimana guru melakukannya.

Mustahil mengharapkan seseorang dapat memahami kebutuhan, perasaan, dan perilaku orang lain, jika ia tidak mengenal diri sendiri. Dalam menghadapi siswa-siswanya, guru yang baik selalu menilai kemampuan, persepsi, motivasi, dan perasaan-perasaanya sendiri. Guru perlu menyadari baik kekuatan-kekuatan maupun kelemahan-kelemahannya. Anak berbakat akan paling maju di bawah bimbingan guru yang memiliki kecerdasan cukup tinggi, memiliki pengetahuan umum yang luas, serta menguasai mata pelajaran yang diajarkannya secara cukup mendalam.

Jika guru pada saat-saat tertentu tidak mengetahui sesuatu dan tidak dapat menjawab pertanyaan siswanya, adalah lebih baik mengatakan “Saya tidak tahu: marilah kita cari jawabannya bersama-sama!” atau “Berilah saya waktu untuk memikirkannya!” Jawaban seperti ini akan lebih mendapat penghargaan dan kepercayaan siswa daripada jika guru menjawab asal saja. Mengapa? Karena anak berbakat bersifat kritis, mempunyai kemampuan penalaran yang tinggi, dan suka mempertanyakan segala sesuatu.

Guru perlu juga menguji perasaan-perasaannya terhadap anak berbakat. Sikap menguji atau mempertanyakan dari anak berbakat dapat menjengkelkan guru yang bersifat otoriter. Penjelasan guru yang biasanya diterima begitu saja oleh kebanyakan anak mungkin diragukan oleh anak berbakat. Jika guru menunjukkan perasaan tidak senang oleh pertanyaan-pertanyaan anak berbakat, ia dapat mematikan rasa ingin tahu anak, sedangkan guru yang terbuka terhadap gagasan dan pengalaman baru akan meluaskan dimensi minat anak.

  1.  Di samping memahami diri sendiri, guru guru perlu memiliki pengertian tentang keberbakatan.

Oleh karena itu, guru yang akan membina anak berbakat perlu memperoleh informasi    dan pengalaman mengenai keberbakatan, tentang apa yang diartikan tentang keberbakatan, bagaimana cirri-ciri anak berbakat, dan dengan cara-cara apa saja kebutuhan pendidikan anak berbakat dapat terpenuhi. Dengan mengetahui kebutuhan-kebutuhan pendidikan anak berbakat, guru akan menyadari bahwa anak-anak ini memerlukan pelayanan pendidikan khusus yang terletak di luar jangkauan kurikulum biasa.

  1.  Setelah anak berbakat diidentifikasi, guru hendaknya mengusahakan suatu lingkungan belajar sesuai dengan perkembangan yang unggul dari kemampuan-kemampuan anak.

Sehubungan dengan ini guru hendaknya lebih berfungsi sebagai  fasilitator belajar daripada sbagai instructor (pengajar) yang menentukan semuanya. Fungsi pendidik adalah mempersiapkan siswa untuk belajar seumur hidup. Setiap anak dilahirkan dengan rasa ingin tahu. Ia terbuka terhadap pengalaman baru dan belajar dari pengalamannya sesuai dengan kebutuhannya. Hanya sayang, pada waktu anak mulai masuk sekolah sering dorongan alamiah untuk belajar ini terkekang karena kurikulum yang kaku dan program belajar yang tidak beragam (berdiferensiasi), artinya tidak disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.

Jika dorongan alamiah ini terhambat di sekolah, rasa ingin tahu anak akan mati dan berganti menjadi sikap apatis, acuh tak acuh. Karena itu, diperlukanmotivasi eksternal (berupa dorongan, pujian, teguran dari guru dan orang tua) dan system penghargaan (nilai-nilai prestasi belajar, angka rapor) untuk menumbuhkan minat anak. Terutama anak yang cerdas dan berbakat dengan rasa ingin tahu yang kuat dan minat yang luas akan merasa terhambat dengan kurikulum yang hanya berorientasi pada mayoritas anak.

Guru anak berbakat lebih banyak memberikan tantangan daripada tekanan. Prakarsa dan keuletan anak berbakat membuatnya tertarik terhadap tantangan. Ia senang menguji kemampuan dan penglamannya terhadap tugas yang bermakna baginya. Ia merasa tertantang untuk menjajaki hal yang sulit dan belum diketahui. Anak yang berbakat dan kreatif cepat bosan dengan tugas-tugas rutin dan yang hanya mengulang-ulang.

  1. Guru anak berbakat tidak hanya memperhatikan produk atau hasil belajar siswa, tetapi lebih-lebih proses belajar.

Macam kegiatan belajar yang lebih berorientasi kepada proses daripada terhadap produk semata-mata dapat dilihat dari contoh-contoh berikut ini.

–    Pemecahan masalah dengan lebih menekankan pada proses memperoleh jawaban daripada jawabannya sendiri.

–          Membuat klasifikasi (penggolongan).

–          Membandingkan dan mempertentangkan.

–          Membuat pertimbangan sesuai dengan criteria tertentu.

–          Menggunakan sumber-sumber (kamus, ensiklopedi, perpustakaan).

–          Melakukan proyek penelitian.

–          Melakukan diskusi.

–          Membuat perencanaan kegiatan.

–          Mengevaluasi pengalaman.

Guru anak berbakat lebih baik memberikan umpan-balik daripada penilaian.

Agar menjadi orang dewasa yang mandiri dan percaya pada diri sendiri, anak harus belajar bagaimana menilai pengalaman dan prestasi belajarnya. Anak yang berbakat cukup mampu melakukan penilaian diri sejak mereka masuk sekolah. Guru perlu memberi umpan-balik dan model prilaku, namun seyogyanya anaklah yang menilai diri sendiri.

Guru dapat memberikan umpan-balik dengan membuat catatan yang menyatakan dimana letak kesalahan anak dan bagaimana ia sendiri dapat memperbaikinya. Jika nilai dalam bentuk angka harus diberikan, maka sebaiknya dilengkapi dengan catatan penjelasan.

  1. Guru anak berbakat harus menyediakan beberapa alternatif strategi belajar.

Termasuk salah satu hal penting yang perlu diketahui anak ialah bahwa ada lebih dari satu cara untuk mencapai sasaran atau tujuan, ada macam-macam kemungkinan jawaban terhadap satu masalah, ada beberapa cara untuk mengelompokkan objek, dan ada beberapa sudut pandang dalam diskusi.

Hendaknya anak diperbolehkan menjajaki beberapa cara atau jalan untuk mencapai tujuan. Kreativitas akan berkembang dalam suasana yang memberika kebebasan untuk menyelidiki. Jika anak tidak dengan sendirinya melihat macam-macam jalan yang dapat ditempuh, hendaknya guru mengarahkan sehingga ia dapat melihat adanya macam-macam alternative strategi belajar.

  1.    Guru hendaknya dapat menciptakan suasana di dalam kelas yang menunjang rasa percaya diri anak serta dimana anak merasa aman dan berani mengambil resiko dalam menentukan pendapat dan keputusan.

Hendaknya setiap anak merasa aman untuk mencoba cara-cara baru dan menjajaki gagasan-gagasan baru di dalam kelas. Banyak anak yang kreatif terlambat dalam ungkapan diri karena takut mendapat kritik, takut gagal, takut membuat kesalahan, takut tidak disenangi guru, atau takut tidak memenuhi harapan orang tua.

Dengan menciptakan suasana di dalam kelas dimana setiap anak merasa dirinya diterima dan dihargai, serta guru menunjukkan bahwa ia percaya akan kemampuan anak, maka akan terpupuk rasa harga diri anak.

  1. Kurikulum Berdiferensi Untuk Anak Berbakat 
  1. Kurikulum berdiferensiasi

Untuk meayani kebutuhan pendidikan anak berbakat perlu di usahakan pendidikan yang berdiferensiasi, ya itu yang memberi pengalaman pendidikan yang di sesuaikan dengan minat dan kemampuan intelektual, siswa (Ward, 1980)

Bagai mn kurikulum dapat dideferensiasi untuk siswa berbakat ?

–          Materi (konten) yang di percepat atau yang lebih maju

–          Pemahaman yang lebih majemuk dari generalisasi , asas, teori, dan struktur dari bidang materi

–          Bekerja dengan konsepdan proses pemikiran yang abstrak

–          Tingkat dan jenis sumber yang di guakan untuk memperoleh informasi dan keterampilan

–          Waktu belajar untuk tugas rutin dapat di percepat, dan waktu untuk mendalamisuatu topik atau bidang dapat lebih lama

–          Mencipta informasi dan/atau produk baru

–          Memindahkan pembelajaran ke bidang bidang lain yang lebih menantang

–          Pengembangan diri pertumbuhan pribadi dalam sikap, perasaan, dan apresiasi.

–          Kemandirian dalam berfikir dan belajar.

  1. Modifikasi kurikulum

Maker (1982) menekankan bahwa kurikulum anak berbakat memerlukan modifikasi dalam empat bidang yaitu materi (konten)) yang di berikan, proses atau metode pembelajaran, produk yang di harapkan dari siswa , dan lingkungan belajar.

  1. Modifikaso konten kurikum

Untuk menunjang kemajuan siswa di perlukan modikasi kurikulum. Guru dapat merencanakan untuk menyiapkan materi yang lebih kompleks, menyiapkan bahan yang leih canggih, atau mencari penempatan alternatif bagi siswa.

  1. Modifikasi proses/metode pembelajaran

Program yang memungkinkan guru untuk membuat modifikasi proses tampa mengganggu kelancaan pembelajaran di dalam kelas ialah program yang menggunakan tehnik pertanyaan soal tingkat tinggi, simulasi, membuat kontrak belajar, emnggunakan mentor, buku buku yang sesuai dengan untuk siswa berbakat, dan pemecahan masalah masa depan.

  1. Modifikasi produk belajar

Produk beaja siswa merupakan bidang lain yang dideferensiasikan untuk siswa berbakat di dalam kelas .keterampilan menampilkan produk divergen perlu di kembangkan  padasemua siswa.

  1. Memilih modifikasi yang sesuai

Parke (1989) memberi garis pedoman untuk memudahkan transisi dari cara-cara pembelajaran yang lama ke yang baru, yakni :

  1. Memulai dengan membatasi pada salah satu bidang studi atau salah satu kelompok siswa yang minat atau kemampuannya setara.
  2. Buatlah bagan untuk mendaftar program yang hendak di selenggarakan dan modifikasi kurikuler yan dapat di gunakan untuk masing masing program.
  3. Pikirkan gaya mengajar.
  4. Pertimbangkan sumber sumber yang yang tersedia, bahan yag sudah ada di dalam kelas, orang orang yang dapat membantu, baik di sekolah maupun di dalam masyarakat.
  5. Setiap program alternatif yang di mulai harus di beri kesempatan uantuk berkembang.
  1. Modififkasi lingkungan belajar

Untuk membuat modifikasi dari lingkungan kelas tradisional yang berpusat pada guru  kelingkungan yang berpusat pada siswa , di perlukan modifikasi lingkungan yang berpusat ada siswa memiliki ciri- ciri sebagai berikut (Oarke, 1989)

  1. Siswa menjadi mitra dalam membuat keputusan tentang kurikulum.
  2. Pola duduk yang memudahkan belajar
  3. Kegiatan dan kesibukan di dalam kelas
  4. Rencana belajar yang di individualkan
  5. Keputusan di buat oleh siswa dan siswa juga mungkin.
  1. Rencana kurikuler

Banyak cara yang dapat di lakukan dalam menyususn rencana kurikuler yang memungkinkan semua siswa memperoleh pembelajaran yang sesuai dengna kemampuan dan kebutuhan mreka. Konten dapat di percepat, di padatkan, di perkaya dan di perluas, proses dapat di berakhir terbuka, berdasarkan penemuan, berpusat pada guru, atau berpusat pada siswa; produk yang konversional, tidak konvensional, dari kehidupan nyata sederhana atau majemuk.

  1. Makna dari kurikulum berdiferensiasi

Dengan mendiferensiasi siswa dapat memperoleh pembelajaran yang bermakna.

  1. Ilmu pengetahuan alam untuk siswa berbakat.

Kebanyakan anak berbakat menyukai pelajaran sains (IPA), karen amerpakan tantangan untuk kemilitan mereka. Siswa berbakat kebanyanyakan tertarik kepada peralatan laboratorim.

  1. Karakteristik siswa berbakat sains

Kemelitian khusus dan pertahanan, kesiagaan dalam mendeteksi ketidakajengan (inkonsistensi), dan prakarsa ; visualisasi spesial, kemampuan manipulatif, dan kemampuan untuk mengkomunikasikan; keuletan dan sikap mempertanyakan.(dikutif Sisk 1987)

  1. Guru sebagai Fasilitator dalam sains

Selling dan Birch (1980) mengemukakan empat peran khusus dari guru yang  yang mengajar sains kepada siswa berbakat  sebagai model, pendidikan nilai, pembangkit minat, dan sebagai penilai ponsional.

Salah satu peran ensensial dari guru sebagai fasilitatir dalam sains adalah pembinaan dirir dalam sains ( indipendent study). Langkah langkah yang perlu di perhatikan adalah sebagai berikut ( dimodifikasi dari Rezulli oleh sisk, 1987) :

  1. Mengases minat siswa
  2. Memperkenalkan kepada siswa sebagai bidang minat
  3. Melakukan wawancara pribadi terhadap siswa
  4. Mengembangkan rencana tertulis
  5. Menentukan arah dan waktu dengan siswa berbakat
  6. Membantu siswa dalam mencari macam-macam sumber
  7. Melakukan sumbang saran terhadap produk akhir
  8. Memberikan bantuan dalam metodologi yang perlu
  9. Membantu siswa berbakat dalam menentukan pendengar untuk prestasi siswa
  10. Menilai hasil studi bersama siswa berbakat dan mempertimbangkan bidang baru untuk di teliti.
  1. Saran- saran Pembelajaran sains (IPA)

Dalam suatu loka karya mengenai pendidikan siswa berbakat guru-guru mengidentifikasi keterampilan dan kegiatan yang perlu di lakukan oleh siswa berbakat sains (sisk 1987) yaitu :

  1. Melalui membaca atau menafsir tertulis ilmia membangun latar belakang informasi ilmia
  2. Menemukan sumber untuk memperoleh informasi ilmia
  3. Melakukan eksperimen untuk menguji gagasan dan infotensi
  4. Menguasai dan menggunakan teknikdan alat ilmia
  5. Menyeleksaikan data yang berkaitan dengan maslah yang di teliti.
  6. Menarik kesimpulan dan prediksi yang absah dari data
  7. Mengenal dan menilai asumsi yang melandasi tehnik dan proses yang i gunakan dalam memecahkan masalah
  8. Menggunakan dan menerapkan ilmu untuk perubahan sosial.
  9. Merumuskan hubungan dengan gagasan baru dari fakta dan konsep yang di ketahui.
  1. Mate matika untuk siswa berbakat

Sisk (1987) menekankan bahwa hanya sedikit mata pelajaran  yang di ajarkan dengan cara yang begitu kaku berdasarkan buku teks, tanpa imajinasi, terutama pada tingkat dasar.

Stanley (1984) mengemukakan bahwa siswa kelas enam seklah dasar mampu menunjukkan kinerja matematika pada tingkat universitas.

  1. Karakteristik siswa berbakat matematika.

Greenes ( dikutip Sis,1987) menekankan enam karakteristik siswa berbakat matematika, yaitu

  1. Fleksebilitas dalam mengelola data
  2. Kemampuan luar biasa
  3. Ketangkasan mental
  4. Penaksiran yang orisinal
  5. Kemampuan luar biasa untuk mengalihkan gagasan
  6. Kemampuan yang luar biasa untuk generelisasi

Greenes juga menyatakan bahwa siswa berbakat matematika juga lebih menyukai komunikasi lisan dari pada tulisan karena cepat.

  1. Guru sebagai fasilitator matematika

Borenson (1983) mengusulkan bahwa guru sebagai fasilitator matematika mengelompokkan siswa sehingga mereka dapat berbagi ide, menerima jawaban semua siswa, dan menumbuhkan iklim bagi semua yang di dengarkan.

  1. Saran-saran pembelajaran matematika

Wheatly (1983)  menyarangkan pelajaran matematika untuk siswa berbakat sekolah dasar meliputi sepuluh bagian dengan presentase alokasi waktu.

Fox (1981) menyarangkan 6 strategi untuk mendororng siswa perempuan di sekolah, yaitu :

– Identifikasi dirir dari anak perempuan berbakat

– Memberi konselin kepada orang tua

– Mengeindividualkan pembelajaran

– Mengurangi pensterotipan pembelajaran

– Memberi pendidikan karier dan model peran

  1. Pengajaran bahasa untuk anak berbakat

Anak berbakat intelektual dapat di emukenali dari perkembangan bahasa yang cepat, membaca pada usia dini, cepat mengingat kata-kata, dan pembendaharaan kata yang luas melebihi kelompok sebayanya.

  1. Karakteristik siswa berbakat bahasa

Johson (1984) mendaftar karakteristik anak usia persekolahan yang berbakat, yang dapat di gunakan untuk mengedentifikasi keberbakatan dalam seni bahasa yaitu :

ü  Mempunyai ingatan yang luar biasa

ü  Belajar membaca sendiri pada usia dini

ü  Mendeklamasikan luar kepala

ü  Mempunyai pembendaharaan yang luas

ü  Dapat memecahkan masalah dengan cara yang mejemuk

ü  Mempunyai jangka perhatian yang luas

ü  Mempunyai rasa humor seperti orang dewasa

ü  Memberikan pendapatnya, apakah di minta atau tidak

ü  Bicara terus menerus

ü  Terus mengajukan pertanyaan

ü  Memahami buku, film, dan diskusi pada tingkat tinggi yang di ungkapkan, serta

ü  Mengajukan beberapa pemechan masalah untuk maslah yang sama

  1. Guru sebagai fasilitator bahasa

Peran guru bahasa di rumuskan oleh sellin dan brich (1980 ) sebagai berikut

  1. a)Memaksimalkan ciri-ciri kunci bahasa
  2. b)Membantu siswa memahami bahasa sebagai alat komunikasi dan
  3. c)Membantu siswa dalam memadukan keterampulan sastra dalam dimensi konten di sekolah dan terhadap pengalaman hidup.

Kaplan (dikutip sisk, 1987 ) mengemukakan tiga unsur yagn penting dalam peranana guru siswa yang berkat bahasa, yaitu exposure, analisis dan ungkapan.

  1. Saran saran utnuk pembelajaran bahasa

Saran – saran untuk program sekolah dasar meliputi ( sisk, 1987 )

ü  Memudahkan dan membaca dan menulis

ü  Memberikan bahan membaca yang beragam bagi setiap siswa

ü  Membantu siswa berbakat menjadi pembaca yang efektif dan menyukainya

ü  Menentukan kebutuhan pembelajaran  dari individual dan kelompok

ü  Memberikan kesempatan untuk mendengarkan dan berbicara

ü  Mendorong membaca kritis dan membaca kreatif

ü  Melibatkan siswa berbakat dalam pemecahan masalah

  1. Ilmu pengetahuan sosial untuk anak berbakat

Ilmu pengetahuan sosial (IPS) memeberi banyak kemungkinan pengayaan bagi siswa berbakat. IPS lebih dari subyek lainnya, memeberi siswa berbakat kesematan untuk menangani dunia nyata , maslah yang berakar si masa lalu, dapat di tetapkan langsung pada masa kini, dan mengandung implikasi untuk masa depan.

  1. Karakteristik siswa anak berbakat dalam IPS

Untuk mengenali siswa berbakatdalam IPS , guru dapat mengenali karakteristik siswa sebagai berikut ( Plowman 19980)

1)      Konseptualnya lebih maju dari umurnya

2)      Memiliki gudang pengetahuan yang lebih maju atau sangat spesifik

3)      Menyukai tugas yang yang sulit atau majemuk

4)      Menentukan standar tinggi untuk proyek madiri

5)      Oleh teman kelas di lihat sebagai sumber pengetahian dan gagasan baru

6)      Oleh teman kelas di lihat sebagai pengelola kelompok

7)      Melihat humor dalam hubungan antarmanusia dan dapat teratawa mengenai diri sendiri

8)      Dapat menciptakan atau menulis cerita imajitatif

9)      Mempunyai minat luas/ sagat terfokus

10)  Melihat hubungan yang tidak di lihat orang lain

11)  Menyerap pengetahuan dengan mudah dan cepat

12)  Merupakan pembaca yang intensif,eksentif, dan maju ( dua tingkat di atas kelasnya)

13)  Menggunakan mekanisme kelangsungan diri sebagai berfantasi jika merasa bosan.

  1. Guru sebagai fasilitator dalam IPS

Menurut Gold ( 1982) bagi anak berbakat dalam IPS penting untuk memiliki kemmpuan menangani maslah atau materi yang sengsitif atau punsioanal. Guru hendaknya berperan sebagai model, yang menunjukkan minat yang sunggu – sungguh terhadap bidangnya.

  1. Saran – saran untuk pembelajaran IPS

Gold ( 1972 ) mendapat tema  dasar untuk IPS sebagai berikut :

1)      Menggunakan sumber daya alam secara bijak

2)      Memahami dan mengakui saling ketergantungan global

3)      Mengak    ui harkat dan martabat individu

4)      Menggunakan kecerdasan untuk memperbaiki kehidupan manusia

5)      Menggunakan kesempatan pendidikan secara demokrasi dan intelegen

6)      Meningkatkan keaktivan keluarga sebagai lembaga sosial dasar

7)      Mengembangkan nilai moral dan spiritual secara efektif

8)      Membagi kekuasaan secara intelegen dan bertanggung jawab untuk mencapai keadilan

9)      Bekerja sama untuk mencapai kedamain dan kesejahtraan.

10)  Mencapai keseimbangan antara stabilitas dan perubahan sosial.

BELAJAR DAN MENGAJAR KREATIF

  1. Pengertian belajar kreatif

Tornace dan Myres dikutip oleh Triffinger (1980) dalam Semiawan dkk (1987:34) berpendapat bahwa belajar kreatif adalah “menjadi peka atausadar akan masalah, kekuarangan-kekurangan, kesenjangan dalam pengetahuan, unsur-unsur yang tidak ada, ketidak harmonisan dan sebagainya. Mengumpulkam informasi yang ada, membataskan kesukaran, atau menunjukkan (mengidentifikasi) unsur yang tidak ada, mencari jawaban, membuat hipotesis, mengubah dan mengujinya, menyempurnakan dan akhirmnya mengkomunikasikan hasil-hasilnya” .

Belajar  Kreatif berasal dari dua kata yaitu belajar dan kreatif.  Belajar adalah perubahan dari yang belum sempurna menjadi suatu kesempurnaan yang akhirnya menghasilkan pengalaman, pengetahuan atau ketrampilan. Jadi bisa disimpulkan bahwa kreativitas belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan dengan sengaja untuk membantu memecahkan suatu masalah dalam hal belajar.

Kreatif berasal dari bahasa inggris “creativity” yang mempunyai arti daya cipta dan dalam kamus besar bahasa Indonesia kreativitas yaitu kemampuan untuk mencipta. Kreativitas juga diartikan kegiatan yang mendatangkan hasil dengan sifat baru, bermanfaat da bisa dimengerti.

Jadi kreatif belajar dapat diartikan sebagai kemampuan siswa menciptakan hal-hal baru dalam belajarnya baik berupa kemampuan mengembangkan  kemampuan formasi yang diperoleh dari guru dalam proses belajar mengajar yang berupa pengetahuan sehingga dapat membuat kombinasi yang baru dalam belajarnya.

  1. Proses belajar kreatif

proses belajar kreatif menurut Torance dan Myres berpendapat bahwa proses belajar kreatif sebagai : “keterlibatan dengan sesuatu yang berarti, rasa ingin tahu dan mengetahui dalam kekaguman, ketidak lengkapan, kekacauan, kerumitan, ketidakselarasan, ketidakteraturan dan sebagainya. Pada belajar kreatif kita lihat secara aktif serta ingin mendalami bahan yang dipelajari. Dalam proses belajar secara kreatif digunakan proses berfikir divergen (proses berfikir ke macam-macam arah dan menghasilkan banyak alternatif penyelesaian) dengan proses berfikri konvergen (proses berfikir yang mencari jawaban tunggal yang paling tepat) berfikir kritis.

  1. Mengapa belajar kreatif itu penting

Refinger (1980 : 9-13) dalam Conny Semawan (1990:37-38) memberikan empat alasan mengapa belajar kreatif itu penting.

  1. Belajar kreatif membantu anak menjadi berhasil guna jika kita tidak bersama mereka. Belajar kreatif adalah aspek penting dalam upaya kita membantu siswa agar mereka lebihmampu menangani dan mengarahkan belajar bagi mereka sendiri.
  2. Belajar kreatif menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak mampu kita ramalkan yang timbul di masa depan.
  3. Belajar kreatif dapat menimbulkan akibat yang besar dalam kehiduppan kita. Banyak pengalamankreatif yang lebih dari pada sekedar hobi atau hiburan bagi kita. Kita makin menyadari bahwa belajar kreatif dapat mempengaruhi, bahkan mengubah karir dan kehidupan pribadi kita.
  4. Belajar kreatif dapat menimbulkan kepuasan dan kesenangan yang besar.
  1. Tiga tingkat belajar kreatif (Model Trifinger)

Teknik Kreatif Tingkat I

  1. Memberikan Pemanasan (Warming Up)

Sebelum mengerjakan tugas, siswa diberi pemanasan yaitu seperti siswa memerlukan switch mental dari proses pemikiran reproduktif dan konvergen ke proses pemikiran divergen dan imajinatif. Tugas atau kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemikiran dan sikap kreatif menuntut cara dan sikap belajar yang berbeda, lebih bebas, terbuka, dan tertantang untuk berperanserta secara aktif dengan memberanikan diri dan senang memberikan gagasan sebanyak mu ngkin.

  1. Sumbang Saran (Brainstorming)

Teknik ini dikembangkan oleh Alex F. Osborn yaitu teknik yang ampuh untuk meningkatkan gagasan jika diajarkan dan diterapkan dengan tepat (Shallcross, 1985). Osborn, pendiri dari Creative Education Foundation, dalam bukunya Applied Imagination menentukan empat aturan dasar untuk sidang sumbang saran, yaitu :

  1. Kritik tidak dibenarkan atau ditangguhkan
  2. Kebebasan dalam memberikan gagasan
  3. Gagasan sebanyak mungkin
  4. Kombinasi dan peningkatan gagasan 
  1. Pemikiran dan perasaan terbuka

Teknik pemikiran dan perasaan berahir ini pada intinya ingin mengupayakan agar pembelajar terdorong memunculkan perilaku divergen. Perilaku ini dapat dirangsang dengan cara mengajukan pertayaan yang memungkinkan pembelajar mengungkapkan segala peraaan dan pikiran sebagai jawaban.

Teknik Kreatif Tingkat II

  1. Synectics

Teknik ini dikembangkan oleh William J.J. Gordon dan menggunakan teknik berpikir kreatif yang menggunakan analogi dan metaphor (kiasan) untuk membantu pemikir menganalisis masalah dan mengembangkan berbagai sudut tinjau (Feldhusen & Treffinger, 1980). Ada tiga jenis analogi yang digunakan dalam teknik ini yaitu :

  • Analogi fantasi : dalam hal ini siswa mencari pemecahan yang ideal untuk suatu masalah, termasuk solusi yang aneh atau tidak lazim.
  • Analogi langsung : siswa diminta untuk menemukan situasi masalah sejajar dalam situasi kehidupan nyata
  • Analogi pribadi : menuntut siswa menempatkan dirinya dalam peran masalah itu sendiri.
  1. Futuristics

Tokoh terkenalnya adalah Toffler (1981), mengatakan bahwa siswa perlu dibantu dalam mengaitkan perubahan yang akan terjadi di dunia dengan perubahan dalam kehidupan mereka sendiri. dalam hal ini pengertian futuristics sendiri adalah mengajar dengan pandangan masa depan (futuristic point of view) amat penting agar siswa berbakat kelak dapat menggunakan kemampuan mereka untuk membantu mencipta masa depan. Tujuan khusus untuk mengajar dengan pandangan masa depan adalah :

  1. Memberikan siswa cara-cara berpikir ten tang masa depan yang lebih baik, lebih canggih, dan lebih     positif.
  2. Membekali siswa dengan keterampilan dan konsep yang perlu untuk memahami sistem-sistem yang kompleks
  3. Membantu siswa menemukenali dan memahami masalah-masalah utama yang timbul di masa depan
  4. Membantu siswa memahami perubahan dan bagaimana menghadapinya

Teknik Kreatif Tingkat III

  1. Pemecahan Masalah Secara Kreatif

Proses Creative Problem Solving (CPS) atau pemecahan masalah secara kreatif (PMK) dikembangkan oleh Parnes, presiden dari Creative Problem Solving Foundation (CPSF). Proses ini meliputi lima langkah yaitu : menemukan fakta, menemukan masalah, menemukan gagasan, menemukan solusi, dan menemukan penerimaan.

  1. Proses Lima Tahap (Shallcross)

Shallcross (1985), membedakan antara primary creativity dengan secondary process creativity. Kreativitas primer adalah proses pemecahan masalah secara ilmiah oleh pikiran kita, karena pemikir tidak menyadari bahwa terjadi suatu proses. Sedangkan pada kreativitas sekunder ada peningkatan kesadaran dalam pemecahan yang berlangsung melalui beberapa tahapan.

  1. Mengajar  Kreatif

Jelaskan teknik mengajar kreatif

  1. Memberikan pemanasan

Teknik pemanasan ini pada intinya merupakan kegiatan prabelajar yang digunakan pada tahap awal pelajaran. Tahap pemanasan ini mengupayakan adanya kondisi pelepasan pikiran pebelajar dengan cara pembebasan diri dari peraturan-peraturan dan hukum-hukum berpikir yang berlaku. Pembelajar dikondisikan untuk terbebas dari kebiasan menjawab dengan tepat, dari batasan-batasan waktu, serta diarahkan untuk lebih banyak menghasilkan ide. Dengan kegiatan pemanasan tersebut diharapkan pembelajar sudah masuk pada suasana pemikiran yang siap untuk menelaah hal dan masalah baru yang kan dipelajari pada tahapan pembelajaran berikutnya.

  1. Pemikiran dan perasaan terbuka

Teknik pemikiran dan perasaan terbuka ini pada intinya ingin mengupayakan agar pembelajar terdorong memunculkan perilaku divergen. Perilaku ini dapat dirangsang dengan cara mengajukan pertayaan yang memungkinkan pembelajar mengungkapkan segala perasaan dan pikiran sebagai jawaban.

  1. Memupuk iklim belajar kreatif
  1. Menerapan srtategi memupuk iklim belajar kreatif

Iklim belajar dan pembelajar yang kondusif dalam arti nyaman, aman. tenang dan menyenangkan merupakan prasyarat bagi berlangsung kegiatan belajar yang dinamis, kreatif dan produktif. Kondisi seperti ini akan meningkat hasil belajar siswa, karena siswa termotivasi dalam belajar dan belajar tanpa merasa tertekan.

Adapun strategi yang dapat dilakukan oleh guru untuk menciptakan kondisi belajar yang kondusif adalah :

  1. Memberikan pilihan bagi peserta didik yang lambat maupun yang cepat dalam melakukan tugas pembelajaran. Dalam sistem pembelajaran kelasikal, sebagian peserta didik akan sulit untuk mengikuti pembelajaran secara optimal dan menuntut peran ekstra guru untuk memberikan pembelajaran remedial.
  2. Memberikan pembelajaran remedial bagi para peserta didik yang kurang berprestasi, atau berprestasi rendah. Dalam sistem pembelajaran kelasikal, sebagian peserta didik akan sulit untuk mengikuti pelajaran secara optimal. Dan menuntut peran serta guru untuk memberikan pembelajaran remedial.
  3. Mengembangkan organisasi kelas yang efektif, menarik, nyaman, dan aman bagi perkembangan potensi seluruh peserta didik, serta pengelolaan kelas yang tepat, efektif dan efisien.
  4. Menciptakan kerja sama saling menghargai, baik antar peserta didik maupun antara peserta didik dengan guru dan pengelola pembelajaran lain. Hal ini mengandung implikasi bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengemukakan pandangannya tanpa ada rasa takut mendapatkan sangsi atau dipermalukan.
  5. Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan belajar dan pembelajaran. Dalam hal ini guru harus mampu memposisikan diri sebagai pembimbing dan manusia sumber. Sekali-kali cobalah untuk melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan pembelajaran, agar mereka merasa bertanggung jawab terhadap pembelajaran yang dilaksanakan.
  6. Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggung jawab bersama antara peserta didik dan guru, sehingga guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan sebagai sumber belajar.
  7. Mengembangkan sistem evaluasi belajar dan pembelajaran yang menekankan pada evaluasi diri ( self evaluation ). Dalam hal ini guru sebagai fasilitator harus mampu membantu peserta didik untuk menilai bagaimana mereka memperoleh kemajuan dalam proses belajar yang dilaluinya. Dengan terkondisinya iklim belajar yang kondusif, akan mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efetktif dan bermakna yang lebih menekankan pada belajar mengetahui ( learning to know ), belajar berkarya ( learning to do ), belajar menjadi diri sendiri ( learning to be ) dan belajar hidup bersama-sama secara harmonis ( learning tog live together ). Suasana seperti itu akan memupuk tumbuhnya kemandirian dan berkurangnya ketergantungan di kalangan siswa, bersifat adaptif dan proaktif serta memiliki jiwa enterprenership ulet, inovatif, percaya diri, bertanggung jawab, kerja keras, disiplin, menghargai kualitas dan berani mengambil resiko.
  8. Menjelaskan tentang saran-saran dalam memupuk belajar

(Menurut Barbe dan Renzulli dalam Munandar, 1999), saran-saran dalam memupuk belajar:

  1. Bentuk pengalaman belajar sesuai dengan rasa ingin tahu alamiah anak dengan menghadapkan masalah yang relevan sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan minat anak.
  2. Ajak anak ikut menyusun dan merencanakan kegiatan belajar.
  3. Beri pengalaman hidup yang nyata yang meminta peranserta aktif anak dan kembangkan kemampuan yang perlu untuk itu .
  4. Bertindaklah sebagai fasilitator .
  5. Usahakan program belajar yang mendorong siswa melakukan penyelidikan, percobaan, dan penemuan sendiri.
  6. Dorong dan hargai inisiatif, keinginan mengetahui dan menguji, serta orisinalitas
  7. Biarkan anak belajar dari kesalahan dan menemukan akibatnya

Sumber:

http://www.sarjanaku.com/2011/07/kreativitas-belajar.html

https://cancer55.wordpress.com/2011/12/17/strategi-guru-mengembangkan-suasana-belajar-mengajar-yang-kondusif/

http://20211867.siap-sekolah.com/2012/05/18/pembelajaran-aktif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan-pakem/#

Cerpen: Anak Tikus yang Cacat

Pada suatu ketika, saat itu di sebuah hutan sedang dilanda hujan yang sangat deras. Di hutan tersebut, seekor ibu tikus melahirkan tiga ekor anak di bawah tanah yang becek.

Anak pertama berbulu halus dan berwajah lucu, sebut saja namanya Ulil. Anak yang kedua berbulu putih dan berwajah imut, sebut saja namanya Dipsy. Sedangkan anak yang ketiga sangat berbeda dengan saudara keduanya sebut saja namanya Ucil. Ucil berbulu hitam dan berwajah sangat jelek. Dan yang paling memprihatinkan, ia hanya mempunyai tiga buah kaki.

Dari lahir hingga beranjak dewasa si Ucil selalu dikucilkan oleh keluarganya, baik oleh ibunya maupun oleh saudara-saudaranya karena keterbelakangan yang ia miliki. Hari-hari Ucil selalu dilanda duka dan kesedihan. Ia selalu berdiam diri atas ranting pohon yang tinggi sambil berdoa kepada Tuhan agar ia dianggap oleh keluarganya.

Pada suatu ketika Ulil dan Dispy sedang sedang bermain ria bersama ibunya, tidak lama kemudian datang seorang pemburu yang membawa jarring yang bermaksud akan memburu tikus hutan.

Dan tibalah waktunya… (srrreeeeet) si Ulil dan ibunya tertangkap jaring pemburu, tetapi si Dipsy berhasil kabur dan menyelamatkan dirinya sendiri tanpa mempedulikan ibu dan saudaranya.

Dari atas pohon si Ucil ternyata melihat kejadian itu,ia bergegas turun dan berusaha menyelamatkan Ibu dan si Ulil. Setelah beberapa waktu berpikir, akhirnya ia mempunyai ide,dia berdiri di belakang kubangan lumpur yang kemudian ia tutupi dengan rerumputan hutan. Jadi si pemburu tidak melihat bahwa itu adalah kubangan lumpur.

“Wakakaka, ayo sini tangkap aku,” ujar si Ucil. Akhhirnya pemburu melihat Ucil dan ingin memburunya, seketika itu pemburu terperosok kedalam lumpur dan sukar untuk keluar. Secepat mungkin Ucil menuju ke jaring pemburu itu dan berusaha untuk menyelamatkan ibu dan saudaranya dengan keterbatasannya. Ia gigit sekeras mungkin jarring itu, tetapi sayangnya dia gagal.

Akhirnya ia tarik jarring itu ketempat aman sebelum si pemburu lolos dari lumpur. Setelah sampai disuatu tempat yang dirasa aman Ucil segera meminta bantuan pada si Kera karena kera yang lebih sempurna (kera mempunyai dua tangan).

Akhirnya ibu dan si Ulil itupun selamat,ibu tikus dan si Ulil sangat berterima kasih kepada si Ucil. Beberapa saat kemudian Dipsy yang tadi kabur datang kembali dengan menangis dan meminta maaf kepada ibu, Ulil dan Ucil. Dia sangat menyesal katanya, karena lari dan tidak menyelamatkan mereka.

Akhirnya keluarga itupun kembali utuh tanpa ada yang dikucilkan seperti dahulu. Semua keluarga akhirnya dapat menerima segala kekurangan Ucil. Kemana pun mereka pergi selalu bersama, dalam suka ataupun duka.

Pengembangan Kreativitas dan Keberbakat (2)

Nama Kelompok         :

1. Atikah Dwi Fauziyah

2. Anggrefhia Parera

3. Kristina Indrayu

Kelas                           :  1PA14

  1. Teori- Teori mengenai kreativitas
  2. Teori- teori  pendorong kreativitas meliputi

Kreativitas agar dapat terwujud diperlukan dorongan dari individu (motivasi intrinsik) maupun dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik)

  1. Motivasi Intrinsik dari Kreativitas

Setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan mewujudkan potensinya, mewujudkan dirinya, dorongan berkembang menjadi matang, dorongan mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitasnya.

Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru denganlingkungannya dalam upaya manjadi dirinya sepenuhnya. (Rogers dan Vernon 1982)

  1. Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif

Kretaivitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh, bibit unggul memerlukan kokdisi yang memupuk dan memungkinkan bibit itu mengembangkan sendiri potensinya.

Bagaimana cara menciptakan lingkungan eksternal yang dapat memupuk dorongan dalam diri anak (internal) untuk mengembangkan kreativitasnya?

Menurut pengalaman Carl Rogers dalam psikoterapi adalah dengan menciptakan kondisi keamanan dankebebasan psikologis.

1.Keamanan psikologis

Ini dapat terbentuk dengan 3 proses yang saling berhubungan:

Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelabihan dan keterbatasannya.

Mengusahakan suasana  yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada / tidak mengandung efek mengancam. Evaluasi selalu mengandung efek mengancam yang menimbulkan kebutuhan akan pertahanan ego.

Memberikan pengertian secara empatis

Dapat menghayati perasaan-perasaan anak, pemikiran-pemikirannya, dapat melihat dari sudut pandang anak dan dapat menenrimanya, dapat memberikan rasa aman.

  1. Kebebasan psikologis

Apabila guru mengijinkan atau memberi kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan secara simbolis (melalui sajak atau gambar) pikiran atau perasaannya. Ini berarti mmebrei kebebasan dalam berfikir atau merasa apa yang ada dalam dirinya.

  1. Teori-Teori tentang proses kreatif, meliputi
  1. Teori Wallas

Wallas dalam bukunya “The Art of Thought” menyatakan bahwa proses kreatif meliputi 4 tahap :

Tahap Persiapan, memperisapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data/ informasi, mempelajari pola berpikir dari orang lain, bertanya kepada orang lain.

Tahap Inkubasi, pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya’ dalam alam pra sadar.

Tahap Iluminasi, tahap ini merupakan tahap timbulnya “insight” atau “Aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru.

Tahap Verifikasi, tahap ini merupakan tahap pengujian ide atau kreasi baru tersebut terhapad realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Proses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti proses konvergensi (pemikiran kritis).

B.Teori belahan Otak Kiri dan Otak Kanan

Sejak anak lahir, gerakannya belum berdifensiasi, selanjutnya baru berkembang menjadi pola dengan kecenderungan kiri atau kanan. Hampir setiap orang mempunyai sisi yang dominan. Pada umunya orang lebih biasa menggunakan tangan kanan (dominasi belahan otak kiri), tetapi ada sebagian orang kidal (dominan otak kanan). Terdapat “dichotomia” yang membagi fungsi mentala menjadi fungsi belahan otak kanan dan belahan otak kiri.

Teori ini walaupun didukung data empiris, namun masih memerlukan pengkajian lebih lanjut (Dacey, 1989 : Piirto 1992).

Belahan Otak Kiri Belahan Otak Kanan
Intelek

Konvergen

Intelektual

Rasional

Verbal

Horizontal

Konkret

Realistis

Diarahkan

Diferensial

Sekunsial

Historikal

Analitis

Eksplisit

Objektif

Suksesif

Intuisi

Divergen

Emosional

Metaforik, intuitif

Nonverbal

Vertikal

Abstrak

Impulsif

Bebas

Eksistensial

Multipel

Tanpa batas waktu

Sintesis, holitik

Implisit

Subjektif

Simultan

III. Teori- teori yang melandasi produk kreatif, meliputi

Pada pribadi yang kreatif, bila memiliki kondisi pribadi dan lingkungan yang memberi peluang bersibuk diri secara kreatif (proses), maka dapat diprediksikan bahwa produk kreatifnya akan muncul.

  1. Penilaian Produk Penemunan dalam Hukum Paten

Hukum paten di Amrika Serikat mempertimbangkan unsur-unsur berikut dalam berikut dalam memberikan paten infentor:

(1)   Kegiatan intelektual yang bermutu mendahului penemuan atau rekaan.

(2)    Gagasan jelas untuk mengatasi masalah atau kesulitan khusus.

(3)   Jumlah eksperimentasi yang dilakukan sebelum mencapai produk baru dianggap penting.

(4)   Sejauh mana mengalami kegagalan.

(5)   Produk harus berguna dan meruakan kemajuan.

(6)   Produk terutma dinilai kreatif jika ada orang-orang dalam bidang kegiatan tersebut       sebelumnya menunjukan keragu-raguan (skepticism) tentang kemungkinan penemuan yang baru.

(7)   Produk harus memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.

  1. Model dari Besemer dan Treffinger

Besemer dan Treffinger menyarankan bahwa produk kreatif dapat digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu:

(1) kebaruan (novelty) atau sesuatu yang baru

(2) pemecahan (resolution), dan

(3) keterperincian (elaboration) dan sintetis.

Kebaruan adalah sejauh mana produk itu baru, dalam haljumlah dan luas proses yang baru, teknik baru, bahan baru, atau konsep baru yang terlibat, dalam hal di luar dan di dalam lapangan/bidang dan dalam hal dampak produk kreatif di masa depan. Pemecahan (resoluution) menyangkut derajat sejauh mana produk itu memenuhi kebutuhan untuk mengatasi situasi bermasalah. Tiga kriteria dalam dimensi ini adalah, bahwa produk itu harus bermakna (valuable) menurut para pengamat, karena memenuhi kebutuhan harus logis, dengan mengukuti aturan yang ditentukan dalam bidang tertentu dan harus berguna, yaitu dapat diterapakan secara praktis.

Elaborasi dan sintetis. Dimensi merujuk pada derajat sejauh mana produk itu menggabungkan unsur-unsur yang tidak sama/serupa menjadi kesekuruhan yang canggih dan koheren. Lima kriteria untuk menilai hal ini adalah produk itu harus organis, yaiu mempunyai arti inti dalam penyusunan produk, elegan yaitu canggih mempunyai nilai lebih dari yang tampak, komplek yaitu berbagai unsur digabung pada satu tingkat atau lebih, dapat dipahami karena tampil secara jelas, dan menunjukkan keterampilan atau keahlian yang baik, dikerjakan secara saksama. Sebagai contoh, lukisan anak jika dinilai dengan kriteria orang dewasa, mungkin tidak termasuk kreatif, karena sudah pernah dibuat sebelumnya oleh anak lain. Namun, ditinjau dari tingkat perkembangan anak, misalnya ia belum pernah membuatnya sebelumnya dan lukisannya tidak merupakan tiruan dari contoh, maka produk anak itu dapat dikatakan termasuk kreatif.

Bersemer dan O’Quin menyimpulkan dasar pertimbangan mereka untuk mencoba mengukur kualitas produk kreatif sebagai berikut:

“kita tidak ingin membunuh lahirnya karya seni penilaian yang terlalu rumit, tetapi untuk karya ilmiah penilaian atas daya tarik magis, kurang memuaskan. Mungkin dalam bidang analisis produk diperlukan kerjasama antara seni dan sains.

  1. Model Penilaian Kreativitas dalam Mengarang

Penilaian :

  1. Kelancaran

*       Sangat lancar (Skor 5)            *       Kurang (Skor 2)

*       Cukup lancar (Skor 4)            *        Tidak lancar (Skor 1)

*       Lancar (Skor3)

2.Kelenturan, meliputi kelenturan dalam struktur kalimat dan kelenturan dalam isi atau gagasan.

  1. Kelenturan dalam struktur kalimat
  2. Keragaman dalam bentuk kalimat: sederhana,gabungan dan    kompleks
  3. Keragaman dalam penggunaan kalimat: deklaratif,interogatif, eksklamatoris
  4. Keragaman dalam panjang kalimat: kalimat singkat (kurang dari 5 kata), kalimat panjang (lebih dari 10 kata)
  5.       Kelenturan dalam konten atau gagasan
  6. imajinasi : menunjukkan imajinasi kaya atau kurang
  7. fantasi : memiliki daya khayal yang tinggi atau tidak
  1. Keaslian (orisinalitas)
  2. Orisinalitas dalam tema, baru/tidak lazim digunakkan atau tidak
  3. Orisinalitas dalam pemecahan atau akhir cerita, akhir cerita tidak diduga/menimbulkan kejutan.
  4. Humor: karangan membuat orang tertawa atau tidak
  5. Menggunakkan kata atau nama baru yang diciptakan sendiri

Orisinalitas dalam gaya penulisan.

  1. Keterperincian (Elaborasi,kekayaan)
  2. Seperti lukisan dalam cara ekspresi
  3. Emosi
  4. Empati
  5. Unsur pribadi
  6. Percakapan
  7. Keberbakatan dan Kreativitas
  8. Pengertian keberbakatan dan katanya dengan pengertian kreativitas yang meliputi,
  9. Pengertian Keberbakatan

Bakat adalah kemampuan yang merupakan sesuatu yang melekat (inherent) dalam diri seseorang, merupakan bawaan sejak lahir dan terkait dengan struktur otak.  Definisi Columbus Group, bakat adalah ‘asynchronous development’, yakni kemampuan kognitif di atas rata-rata, mempunyai intensitas kuat yang dipadu dengan pengalaman dan kesadaran diri yang secara kualitatif berbeda dengan orang normal. Renzulli (1981), bakat merupakan gabungan dari tiga unsur esensial yang sama pentingnya dalam menentukan keberbakatan seseorang, yakni kecerdasan, kreativitas, dan tanggungjawab. Menurut Tedjasaputra, MS (2003), bakat adalah kondisi seseorang yang dengan suatu pendidikan dan latihan memungkinkan mencapai kecakapan, pengetahuaan dan keterampilan khusus.

Menurut Widodo Judarwanto 2007, keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau kecerdasan diantaranya meliputi kemampuan intelektual musik, matematika, fisika, kimia, elektronika, informasi tehnologi, bahasa, olahraga dan berbagai tingkat kecerdasan di berbagai bidang lainnya yang kemampuannya jauh di atas rata-rata anak seusianya. Menurut Galton 2002, kebeberbakatan merupakan kemampuan alami yang luar biasa, diperoleh dari kombinasi sifat-sifat yang meliputi kapasitas intelektual, kemauan yang kuat, dan unjuk kerja.

Menurut Renzulli 2002, keberbakatan merupakan interaksi antara kemampuan umum dan/atau spesifik, tingkat tanggung jawab terhadap tugas yang tinggi dan tingkat kreativitas yang tinggi.  Menurut Clark (1986), keberbakatan adalah ciri-ciri universal yang khusus dan luar biasa, yang dibawa sejak lahir dan merupakan hasil interaksi dari pengaruh lingkungan. Keberbakatan ikut ditentukan oleh kebutuhan dan kecenderungan kebudayaan dimana seseorang yang berbakat itu hidup.

Dilihat dari sudut pandang berdimensi ganda, keberbakatan adalah kemampuan unjuk kerja yang tinggi di dalam aspek intelektual, kreativitas, seni, kepemimpinan, atau bidang akademik tertentu. Dalam konsep luas dan terpadu, keberbakatan merupakan kecakapan intelektual superior, yang secara potensial dan fungsional mampu mencapai keunggulan akademiak di dalam kelompok populasinya dan atau berbakat tinggi dalam bidang tertentu, seperti matematika, IPA, seni, musik, kepemimpinan sosial dan perilaku kreatif tertentu dalam interaksidengan lingkungan dimana kecakapan dan unjuk kerjanya itu ditampilkan secara konsisten.

Anak berbakat didefinisikan oleh USOE (United States Office of Education) sebagai anak-anak yang dapat membuktikan kemampuan berprestasinya yang tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif, artistik, kapasitas kepemimpinan atau akademik spesifik, dan mereka yang membutuhkan pelayanan atau aktivitas yang tidak sama dengan yang disediakan di sekolah sehubungan dengan penemuan kemampuan-kemampuannya.

Karakteristik anak berbakat adalah :

  • Memiliki tingkat inisiatif, imajinasi dan kreatifitas yang juga demikian tinggi.
  • Namun sebaliknya dibalik kelebihan itu seringkali disertai penyimpangan beberapa perilaku seperti gangguan sosialisasi, emosi tinggi dan labil, agresifitas tinggi, gangguan konsentrasi, impulsifitas tinggi, gangguan tidur, hiperaktif dan beberapa gangguan perilaku lainnya.
  • Rasa tidak puas yng beralasan, yang bagi anak-anak lain puas/menerima begitu saja akan hal-hal ilmiah.
  • Kemauan untuk bekerja sendirian dalam jangka waktu yang lama.
  • Kemampuan melihat adanya hubungan di antara bermacam-macam unsur dalam satu situasi tertentu.
  • Kemampuan yang tinggi di bidang matematika, membaca, mengungkapkan ide-ide scienci, menggenerelisasikan hal-ihwal, berpikir kuantitatif.

Renzulli menarik kesimpulan bahwa yang menentukan keberbakatan seseorang pada hakikatnya adalah tiga kelompok ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kemampuan di atas rata-rata
  • Kreativitas tinggi
  • Pengikatan diri atau tanggung jawab terhadap tugas (task commitment)

Di Indonesia pendidikan  keberbakatan menempati posisi penting dan mendapatkan legitimasi hukum. Banyak kebijakan pemerintah yang berbentuk UU,Perpu,PP dan lain sebaginya yang pada intinya mengatur tentang pendidikan khusus bagi masyarakat. Imbas dari hal itu dapat dilihat dari beberapa formulasi-formulasi yang melahirkan gagasan tentang pendidikan bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, diantaranya anak-anak berbakat yang dalam perkembangannya, hal itu terwujud dalam bentuk-bentuk pendidikan alternative semisal homeschooling,sekolah khusus dan lain-lain.

Bentuk-bentuk layanan pendidikan keberbakatan

  1. Sekolah Khusus

Sekolah Khusus merupakan sebutan lain dari lembaga pendidikan khusus. Yakni lembaga pendidikan yang menangani anak-anak dengan kebutuhan-kebutuhan yang tidak biasa. Jika ditilik dari beberapa definisi yang ada, maka tampaknya definisi yang tersusun dalam sisdiknas tampaknya telah mewakili

  1. Akselerasi

Dengan mengutip pendapat Colangelo sebagaimana di tulis oleh Reni akbar (2006), istilah akselerasi merujuk pada pelayanan yang diberikan dan kurikulum yang disampaikan. Sebagai model pelayanan, pengertian akselerasi termasuk juga taman kanak-kanak atau perguruan tinggi pada usia muda, meloncat kelas dan mengikuti pelajaran tertentu pada kelas atasnya. Sementara itu akselerasi sebagi model kurikulum akselerasi berarti mempercepat bahan ajar dari yang seharusnya dikuasai oleh siswa pada umunya. Dalam hal ini, bentuk akselerasi bisa berupa meringkas waktu belajar seperti yang seharusnya ditempuh 3 tahun menjadi 2 tahun. Dan bisa juga berupa pilihan kepada siswa untuk mengatur kecepatan belajarnya sendiri.

  1. Home Schooling

Home Schooling berarti Rumah sekolah sekolah rumah. Tampaknya nama  ini telah menggambarkan dengan begitu banyak terkait pemahaman tentang  Home Schooling itu sendiri. Memang demikian halnya sebagaimana ditulis oleh Seto Mulyadi (Kak Seto) bahwa Home Schooling merupakan bentuk sekolah atau system pendidikan  yang diselenggarakan di rumah .

  1. Hubungan pengertian keberbakatan dengan kreatifitas

v  Pengertian Kreativitas :

Kreatif adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang belum pernah ada sebelumnya dengan menekankan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif.

v  Definisi Kreativitas

  • Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, dalam bentuk suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru (Hurlock dalam Basuki, 2010).
  • Proses kreatif adalah munculnya dalam tindakan suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan individu, dan dari pengalaman yang menekankan pada produk yang baru, interaksi individu dengan lingkungannya atau kebudayaannya (Rogers dalam Basuki, 2010).
  • Kreativitas adalah suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun dirinya dalam berbagai aspek kehidupannya dengan tujuan menikmati kualitas kehidupan yang semakin baik (Alvian dalam Basuki, 2010).
  • Kreativitas adalah suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan originalitas dalam berfikir (Munandar dalam Basuki, 2010).
  • Definisi Kreativitas menurut Clark (dalam Basuki, 2010) :Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak,mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986)

Menurut Hurlock kreativitas menekankan pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan Munandar menyebutkan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengkombinasikan suatu gagasan. Evans juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan hubungan-hubungan baru, untuk melihat suatu obyek dari perspektif baru, dan untuk membentuk kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang sudah ada dalam pikiran. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menemukan hubunganhubungan baru dan membuat kombinasi-kombinasi baru yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir sehingga dapat menciptakan sesuatu yang baru. Dalam hal ini sesuatu yang baru tidak berarti sebelumnya tidak ada, akan tetapi sesuatu yang baru ini dapat berupa sesuatu

SUMBER :

http://karmilanoviana.blogspot.com/2012/12/keberbakatan-n-kreativitas.html

http://www.tuanguru.com

Pengembangan Kreativitas dan Keberbakat

 

  1. Pendahuluan
  2. Defiisi Konsepsional atau Pengertian Kreativitas 4P (Pribadi, Proses, Pendorong, Produk)
  3. Definisi Operasional Kreativitas
  4. Definisi Kreativitas menurut Clark

Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Kreativitas manusia melahirkan pencipta besar yang mewarnai sejarah kehidupan umat manusia dengan karya-karya spektakulernya.

Kreativitas dahulu dianggap sebagai ”anugrah yang ajaib”, yang hanya dimiliki oleh segelintir orang.  Sekarang kita tahu bahwa kecerdasan merupakan anugrah ajaib yang dimiliki semua orang.  Menguraikan kekuatan kecerdasan kreatif hanyalah masalah memahami bagaimana melakukannya

Kreativitas bisa dimiliki semua orang dengan membangun potensi kreatif dalam dirinya .

Definisi Kreativitas 4 P (Product, Process, Press, Person):

  1. Person (Pribadi)

Ditinjau dari aspek pribadi, kreativitas muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya.

Faktor pribadi yang kreatif menurut Roger (dalam Afifa, 2007) :

  • Keterbukaan kepada pengalaman,
  • Kemampuan untuk memberikan penilaian secara internal sesuai dengan lokus pribadinya.
  • Kemampuan untuk secara spontan bereksplorasi bermain dengan elemen-elemen dan konsep-konsep.
  1.  Process (Proses)

Ditinjau sebagai proses, menurut Torrance (1988) kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyaipaikan hasil-hasilnya.

  1.  Press (Pendorong)

Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan.

  1. Product (Produk)

Definisi produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil, dan bermakna. (Munandar, 2002)

Mengenali bakat, ciri pribadi, mendorong dengan motivasi, menyediakan waktu dan sarana prasarana, serta mempertunjukkan hasil karya guna menggugah minat untuk berkreasi akan membuat individu terpacu untuk kreatif. (Munandar dalam Afifa, 2007)

Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu: berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986). Memberikan perhatian khusus kepada seseorang yang memiliki bakat dibenarkan, karena memberikan manfaat dan kepentingannya untuk seluruh masyarakat. Namun ada beberapa kendala mengenai “bakat intelektual” bahkan justru dianggap sebagai suatu ancaman, dan dituduh akan mengembangkan kelompok elite jika kita memberikan pelayanan pendidikan khusus sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka? Kenyataan menunjukan bahwa pengadaan program yang memadai bagi yang berbakat tidak menghasilkan sikap keangkuhan yang dikhawatirkan, tetapi justru menghasilkan hubungan sosial dan sikap yang lebih baik dari yang berbakat terhadap orang lain (Clark, 1983).

Menurut Clark mereka yang berbakat, jika diberikan kesempatan dan pelayanan pendidikan yang sesuai akan dapat memberi sumbangan yang bermakna kepada masyarakat dalam semua bidang usaha manusia. Masyarakat membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menghadapi tuntutan masa depan secara inovatif. Jadi tidak dibenarkan bahwa seseorang yang memiliki bakat akan dapat mencapai prestasi tinggi dengan sendirinya dan tidak memerlukan perhatian serta pelayanan pendidikam khusus (Utami Muhandar, 1983).

Kebutuhan sosial akan kreativitas dirasakan dimana-mana, dan tampak dalam sistem pendidikan, penggunaan waktu luang, pengembangan ilmu pengetahuan, pemimpin perusahan dan dalam kehidupan berkeluarga. Makna dari pengembangan kreativitas berkaitan dengan kualitas perwujudan diri, peningkatan kemampuan berpikir kreatif, kepuasan dalam menciptakan dan meningkatkan kualitas hidup. Teori psikoanalisis menekan peranan alam pikiran tidak sadar dalam timbulnya kreativitas, sedangkan teori humanistik lebih merlihat kreativitas sebagai sesuatu yang dilakukan secara sadar dan intensional.

  1. Teori- teori Mengenai Kreativitas
  1. Menjelaskan teori- teori yang melandaskan pengembangan kreativitas menurut:
  2. Teori Psikoanalisa
  • Teori Freud
  • Teori Ernst Kris
  • Teori Jung
  1. Teori Humanistik
  • Teori Abraham Maslow
  • Teori Carl rogers
  1. Teori Csikszentmihalyi
  1. Teori Psikoanalisis

Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmun Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia.

Psikoanalisis memiliki tiga penerapan:

1) suatu metoda penelitian dari pikiran;

2) suatu ilmu pengetahuan sistematis mengenai perilaku manusia;

3) suatu metoda perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosional.

Dalam cakupan yang luas dari psikoanalisis ada setidaknya 20 orientasi teoretis yang mendasari teori tentang pemahaman aktivitas mental manusia dan perkembangan manusia. Berbagai pendekatan dalam perlakuan yang disebut “psikoanalitis” berbeda-beda sebagaimana berbagai teori yang juga beragam. Sebagai tambahan, istilah psikoanalisis juga merujuk pada metoda penelitian terhadap perkembangan anak.

Aliran psikoanalisis Freud merujuk pada suatu jenis perlakuan dimana orang yang dianalisis mengungkapkan pemikiran secara verbal, termasuk asosiasi bebas, khayalan, dan mimpi, yang menjadi sumber bagi seorang penganalisis merumuskan konflik tidak sadar yang menyebabkan gejala yang dirasakan dan permasalahan karakter pada pasien, kemudian menginterpretasikannya bagi pasien untuk menghasilkan pemahaman diri untuk pemecahan masalahnya.

Intervensi khusus dari seorang penganalisis biasanya mencakup mengkonfrontasikan dan mengklarifikasi mekanisme pertahanan, harapan, dan perasaan bersalah. Melalui analisis konflik, termasuk yang berkontribusi terhadap daya tahan psikis dan yang melibatkan transferens kedalam reaksi yang menyimpang, perlakuan psikoanalisis dapat mengklarifikasi bagaimana pasien secara tidak sadar menjadi musuh yang paling jahat bagi dirinya sendiri: bagaimana reaksi tidak sadar yang bersifat simbolis dan telah distimulasi oleh pengalaman kemudian menyebabkan timbulnya gejala yang tidak dikehendaki. Pada umumnya Psikoanalisa memandang kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu masalah, yang biasanya dimulai sejak di masa anak-anak. Priadi kreatif dipandang sebagai seseorang yang pernah mempunyai pengalaman traumatis, yang dihadapi dengan memungkinkan gagasan-gagasan yang disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma. Tindakan kreatif mentransformasi keadaan psikis yang tidak sehat menjadi sehat.

Adapun tokoh-tokohnya adalah:

  • Teori Sigmund Freud

 

Menurut beberapa pakar Psikologi, kemampuan kreatifitas merupakan ciri kepribaidan yang menetap pada lima tahun pertama dari kehidupan. Sigmund Freud ( 1856-1939) adalah tokoh utama yang menganut pandangan ini. Ia menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan, yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Karena mekanisme pertahanan mencegah pengamatan yang cermat dari dunia, dan karena menghabiskan energi psikis, mekanisme pertahanan biasanya merintangi produktifitas kreatifitas. Sehingga biasanya mekanisme pertahanan merintangi produktivitas kreatif. Meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, namun justru mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama dari kreativitas.

 

  • Ernest Kris

Ernest kris menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih ke perilaku sebelumnya yang akan memberi kepuasaan, jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasaan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif.

  • Carl Jung

Carl Jung (1875-1961) juga percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi. Alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh masa lalu pribadi. Dengan adanya ketidaksadaran kolektif, akan timbul penemuan, teori, seni, dan karya-karya baru lainnya. Prose inilah yang menyebabkan kelanjutan dari eksistensi manusia.

  1. Teori Humanistik

Teori Humanistik melihat kreatifitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Tokoh-tokoh aliran humanistik percaya bahwa kreatifitas dapat berkembang selama hidup.

Adapun tokoh-tokohnya adalah:

  • Teori Maslow

Menurut Abraham Maslow (1908-1970) pendukung utama darim teori humanistik, manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini harus dipenuhi dalam urutan hierarki seperti kebutuhan primitif muncul pada saat lahir dan kebutuhan tinggi berkembang sebagai proses pematangan individu. Kebutuhan-kebutuhan itu, diwujudkan Maslow sebagai hirarki kebutuhan manusia, dari yang terendah hingga yang tertinggi.

Kebutuhan tersebut adalah:

– Kebutuhan fisik/biologis

– Kebutuhan akan rasa aman

– Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta

– Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri

– Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri

– Kebutuhan estetik

Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight).

  • Teori Rogers

 

Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:

– Keterbukaan terhadap pengalaman

– Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)

– Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep.

Apabila seseorang memiliki ketiga cirri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga cirri atau kondisi tersebut uga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.

 

  1. Teori Cziksentmihalyi

Ciri tumbuhnya kreativitas pada individu yakni Predisposisi genetis (genetic predisposition), mempunyai minat pada usia dini pada ranah tertentu sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas; mempunyai akses terhadap suatu bidang dengan Adanya sarana dan prasarana serta adanya Pembina atau mentor dalam bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat; Access to a field (Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat, tokoh‐tokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar‐pakar dalam bidang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan, penghargaan dari orang‐orang penting).

Daftar Pustaka